Sekarang Saatnya! Renungan Harian 23 Mei 2018

Bacaan : Yohanes 20: 19 – 23 | Pujian: KJ. 424: 1, 2
Nats:
“….  Damai Sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu”. [ayat 21]

Babe adalah calon warga di salah satu jemaat di GKJW. Suatu hari tetangganya bertanya kepadanya,” Apakah Babe sudah siap untuk menerima Yesus secara pribadi dalam hidup? Babe menjawab,” Yang penting kan rajin katekisasi dan ke gereja!“ Tampaknya Babe belum benar-benar menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi. Ia hanya fokus pada rutinitas saja dan hatinya belum benar-benar diserahkan.

Pada suatu sore, Babe memberi makan anjing peliharannya. Karena anjing tidak bisa diam maka Babe berkata,” Ayo anjing segera makan, jangan terganggu dengan yang lain!” Kalimat itu tiba-tiba saja menyadarkannya. Ia merasa seperti binatang peliharaannya itu yang  hanya melakukan perintah dan tidak memiliki kesadaran batin sendiri untuk melakukan sesuatu.

Ia sadar bahwa selama ini, dalam hal rencananya mengikut Yesus, ia hanya sibuk melakukan rutinitas, sesuatu yang diwajibkan dan menjadi peraturan bagi calon warga. Namun dari hatinya yang paling dalam, ia belum benar-benar menerima Yesus dalam hidupnya.

Apakah kita pernah bertindak sama seperti Babe? Ketika ada pertanyaan “Apakah anda mau menerima  Yesus secara pribadi dalam hidup anda?” „ Ah, nanti saja tunggu dulu, saya belum kaya, saya masih sibuk!“ Begitu banyakkah alasan yang kita kemukakan?

Hari ini, secara khusus Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya dengan membawa sebuah kabar baik bahwa Damai Sejahtera dari Kristus dikaruniakan bagi para murid. Damai Sejahtera ini memberikan sinyal bahwa para murid dimampukan untuk menerima pengutusan yang dibawa oleh Yesus. Pengutusan tersebut membawa konsekwensi supaya para murid siap sedia melanjutkan pelayanan di dunia ini.

Menerima Yesus dalam kehidupan kita juga merupakan bagian terpenting yang harus selalu kita alami. Jangan menunda lagi untuk hal penting tersebut. Sekaranglah saaatnya karena Yesus pun menanti jawaban kita. Amin. (Noevhi)

“Sekarang atau tidak sama sekali”

 

Bagikan Entri Ini: