Karunia Keselamatan Renungan Harian 23 Maret 2018

Bacaan : Filipi 2 : 12 – 18  |  Pujian: KJ 185
Nats:
“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja waktu aku masih hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya.” (ay. 12)

Pada waktu jalanan ramai terlihat seseorang berkendara melawan arus, hal ini dilakukan karena polisi tidak ada. Berarti bahwa orang tersebut taat peraturan lalulintas bila ada polisi, ketaatan bukan karena kesadaran diri. Tapi awas lho sebentar lagi semua jalan akan dilengkapi CCTV yang akan mengontrol dan memperingatkan pelanggar lalu lintas walapun polisi tidak nampak.

Demikian juga Rasul Paulus yang memperingatkan umat Filipi agar menjalani hidup yang menghantar pada keselamatan Allah untuk saat ini maupun selama-lamanya. Untuk menjalankan keselamatan dengan taat ada maupun tidak ada Paulus, karena Allah yang bekerja di dalam umat Filipi.

Rasul Paulus memberi pernyataan mengenai karya keselamatan :

  1. Keselamatan datang dari Allah, Allah yang mengerjakan, Allah yang melanjutkan proses dan akhir proses juga terletak pada Allah.
  2. Di sisi lain keselamatan juga dikerjakan manusia “Kerjakan keselamatanmu”

Dengan tetap menjaga ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan Yesus, tawaran dari Allah diberikan, manusia bisa tidak mendapat keselamatan apabila manusia tidak mengambil yang ditawarkan dengan membuktikan bahwa :

  1. Umat Kristiani sungguh-sungguh mengerjakan keselamatan.
  2. Ada kesadaran diri sendiri yang mendorong kita mencari Allah dengan keyakinan tanpa pertolonganNya kita tidak mampu menghadapi hidup ini.
  3. Kita akan melakukan segala sesuatu tanpa bersungut-sungut.
  4. Umat Kristiani tidak beraib dan bernoda, tidak bercela (tanda kemurnian) dan aktif dalam pengabaran injil.

Marilah kita dengan penuh suka cita memenuhi tawaran Allah untuk mengerjakan keselamatan dan berpegang pada firman kehidupan. (Sri)

Tidak ada keselamatan tanpa Allah.Tetapi apa yang ditawarkan Allah harus diambil oleh manusia.

 

Bagikan Entri Ini: