Allah Penolongku Renungan Harian 23 Februari 2018

Bacaan: Mazmur 22:23-31 |  Pujian: KJ 457
Nats:
“Aku akan memasyurkan namaMu kepada saudara-saudaraku dan memuji Engkau di tengah-tengah jemaat.” (ayat 23)

 Di dalam kehidupannya, manusia sering mengalami pergumulan hidup yang sangat berat dan cenderung mempersalahkan Tuhan di dalam batinnya. Mereka memohon pertolongan Tuhan untuk dibebaskan dari penderitaan berat tersebut, namun jeritan tersebut tidak mendapat jawaban seperti pemazmur.

Iman pemazmur tetap kuat dan tetap yakin bahwa Ia adalah Allah yang kudus, Penolong dan Penyelamat yang akan membebaskan dari penderitaan seperti yang dialami nenek moyang Yakub. Sebagai wujud ketaatannya mereka tetap memuji dan memuliakan namaNya serta selalu mencari Tuhan setiap waktu tanpa putus asa. Dalam perjalanannya Tuhan mendengar doa dan jeritan pujian mereka. Sesuai pesan Kristus supaya kita meminta, mencari dan mengetuk, maka dengan tekun dalam doa maka Tuhan akan mengabulkan (Matius 7:7-11).

Pengalaman pemazmur tersebut mengajarkan kepada kita :

  1. Apabila kita mengalami penderitaan seberat apapun kita harus tetap bertahan dalam iman percaya kita bahwa Allah itu tempat perlindungan dan kekuatan, menjadi Penolong dalam kesesakan (Mazmur 46 : 2).
  2. Iman diuji dalam penderitaan dan pencobaan. Kita harus yakin dan percaya bahwa hanya Dia yang dapat menolong kita. Dengan keyakinan begitu, kita akan tetap dapat memuji Dia.
  3. Menyerahkan seluruh pergumulan kita ke dalam tangan Tuhan. Apakah kita harus menerima yang baik saja tapi tidak mau menerima yang buruk? Nrima, pasrah lan pracaya adalah sikap yang menentramkan.
  4. Janganlah iman kita goyah dalam menghadapi pergumulan berat! Datanglah kepada Tuhan! Mohon kekuatan sesuai firman Tuhan “Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Amin. (Sri)

Hanya Dia yang berkuasa menyelamatkan manusia apapun keadaannya.

 

Bagikan Entri Ini: