Bacaan : Lukas 1 : 39 – 45 | Pujian: KJ 77 : 1
Nats: ” …diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu” [ayat 42]
Tuhan telah mengenal kita sejak kita dalam kandungan ibu. Setiap kita yang hidup di dunia ini juga disertai dengan rencana-Nya. Tidak seorangpun manusia di bumi ini lahir menurut keinginan dan rencananya sendiri, tetapi rencana Tuhan. Rencana Tuhan bagi kita adalah rancangan sukacita.
Maria dan Elisabet tidak pernah sekalipun merencanakan bahwa mereka akan menjadi ibu dari dua orang hebat. Dua orang luar biasa yang pada waktunya nanti menjadi berkat bagi seluruh umat. Proses yang dijalani Elisabet dan Maria bukan tanpa resiko. Elisabet harus mengandung bayi yakni Yohanes Pembaptis ketika usianya telah sangat tua. Sedangkan Maria harus mengandung bayi Yesus ketika statusnya masih perawan. Hukum sosial dan resiko kehilangan nyawa harus mereka tanggung dan hadapi demi memenuhi panggilannya menjadi jalan berkat bagi semua orang. Resiko itu sangat mereka sadari. Dan mereka berdua tidak mundur. Atas pengorbanan mereka setiap orang percaya diberkati.
Seperti halnya Maria dan Elisabet, kita punya kisah kita sendiri. Dengan posisi kita, dengan status kita, dengan keberadaan kita, dengan situasi dan kondisi hidup kita, kita semua dipanggil-Nya untuk dapat menjadi berkat bagi sesama. Seperti halnya Elisabet dan Maria yang menghadapi banyak tantangan tetapi terus maju, demikiajn jugalah kita. Karena kita sudah diberkati, sudah seharusnya jika kita menjadi berkat bagi sesama. Amin [GaSa]
“Semua yang hidup dipanggil menjadi berkat”