Do as I Do Renungan Harian 23 April 2018

Bacaan : 1 Petrus 5:1-5 | Nyanyian: KJ.  424:3
Nats: “…tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.” (ayat3)

Ketika umat Israel keseluruhan berbuat dosa, para tua-tua Israel melakukan tindakan pendamaian dengan Tuhan dengan mempersembahkan korban penghapus dosa (Im 4:13-14). Mengapa hal ini dilakukan? Karena mereka bertanggung jawab atas tindakan umat yang mereka gembalakan.  Kesalahan yang diperbuat umat adalah akibat langsung dari tindakan yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin mereka yang memiliki otoritas.

Dalam dunia nyata, anggota sebuah organisasi akan mengikuti contoh/teladan dari orang-orang yang memimpinnya.  Anak-anak mengambil semua kebiasaan – baik dan buruk – dari orang tua mereka. Karyawan mengambil perilaku bos mereka dan jemaat Kristen mengikuti contoh dari orang-orang yang memimpin mereka. Ketika jemaat bertindak keliru, Tuhan tahu bahwa perilaku mereka adalah akibat langsung dari tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang memimpin mereka.  Jika orang-orang berdosa, itu sebagian besar disebabkan oleh lingkungan yang diciptakan oleh para tetua /pemimpin yang memberi ruang untuk perbuatan dosa berkembang biak.

Dalam kehidupan kita sendiri, kita semua bermain peran kepemimpinan.  Perilaku orang-orang yang kita pimpin akan selalu menjadi akibat langsung dari perilaku kita sendiri. Jika seorang anak menjawab telepon dan diberitahu oleh orang tuanya yang berdiri tepat di sampingnya untuk memberitahu penelepon bahwa mereka tidak di rumah, maka anak akan meng-internalisasi perilaku ini.  Ketika orang tua kemudian mengatakan bahwa anak seharusnya tidak pernah berbohong maka anak menghadapi konflik internal yang serius. Di satu sisi, dia ingin mendengarkan orang tuanya, tetapi di sisi lain ia juga ingin meniru tindakan orang tuanya yang ia hormati. Apakah mendengarkan apa yang dikatakan, atau melakukan seperti yang dilakukan?

Jika Anda ingin menanamkan jenis perilaku tertentu pada orang lain, maka ciptakan lingkungan untuk hal itu terjadi. Bukan dengan deklarasi, tapi dengan merangkul dan hidup berperilaku yang sesuai. (PAY)

 „Mereka yang menolak untuk belajar dari kesalahan masa lalu ditakdirkan untuk mengulanginya.“

 

Bagikan Entri Ini: