Learning by Doing Renungan Harian 22 September 2018

22 September 2018

Bacaan: Matius23:29–39 Pujian: KPJ.50a : 1, 6
Nats
: “Celakalah kamu, hai ahli – ahli Taurat dan orang – orang Farisi, hai kamu orang – orang munafik,…” (ay. 29)

Ada seorang mahasiswa yang memiliki cara belajar unik. Mahasiswa ini selalu keluar dengan sepeda onthelnya, setelah kurang lebih satu jam membaca dan belajar di dalam kamar kos. Dia akan sangat siap untuk diskusi dengan teman – temannya sekembalinya dari ngonthel itu. Begitulah dilakukannya setiap hari, hingga dia akhirnya lulus dengan predikat cum laude. Beberapa teman bertanya, apa sesungguhnya yang dilakukkannya ketika dia keluar naik sepada onthelnya ? Karena belajar dengan membaca dan diskusi, semua juga melakukan, tetapi kok hasilnya berbeda? Akhirnya dia menjelaskan, bahwa itulah waktu yang disediakan untuk mencari penerapan dalam kejadian – kejadian nyata (relevansi) dari apa yang baru dipelajari. Maka dia selalu mengingat apa yang dipelajari, karena ada pengalaman nyata dan ada manfaat langsung dari proses itu. Ternyata, learning by doing, belajar dengan melakukan atau mempraktekkan sungguh luar biasa hasilnya.

Tidak sedikit orang yang pinter membaca dan mempelajari kehendak Tuhan yang dinyatakan di dalam Alkitab. Namun tidak melakukan kehendak Tuhan tersebut. Kehendak Tuhan mudah dilupakan dan tidak meresap dirasakan di dalam kehidupannya. Dampaknya, muncullah sikap munafik sebagaimana yang terjadi dengan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka membaca dan mempelajari Kitab Suci, bahkan sampai nglonthok, dan juga mengajarkannya kepada orang lain. Namun kehendak Tuhan yang dibaca dan dipelajari dengan sangat luar biasa itu tidak nampak dalam perilaku mereka dan tidak mewujud dalam sikap hidup nyata. Mereka tahu, mereka mengerti akan kehendak Tuhan, tetapi tetap saja tidak dilakukannya.

Memang tidak mudah melakukan kehendak Tuhan. Firman Tuhan harus hidup, dihidupi dan menghidupi kehidupan ini. Orang percaya harus mewujudkannya dalam hidup sehari-hari supaya tidak menjadi orang-orang munafik. Maka marilah kita mulai dengan learning by doing untuk kehendak Tuhan di dalam kehidupan ini. Good luck![wn]

 “Lakukan saja… kalau tidak ingin menjadi munafik”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak