Bacaan: Galatia 1 : 11 – 24 | Pujian: KJ. 89
Nats: “Mereka hanya mendengar bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman yang pernah hendak dibinasakannya.” (Ayat 23)
“Waktunya berubah!” Ini adalah perkataan yang diucapkan oleh paraPower Rangers dalam setiap kisah mereka melawan para musuhnya. Serial ini sering diputar di televisi sekitar tahun 2000-an. Saat mereka berubah, tidak hanya kostumnya saja yang berubah tetapi juga kekuatan mereka menjadi meningkat. Sebelum berubah, mereka biasa saja, setelah berubah, mereka menjadi pribadi yang berbeda, menjadi lebih siap dan berani menjalankan misi mengalahkan para monster musuh-musuh mereka.
Perubahan yang mendalam juga dialami oleh Rasul Paulus. Bukan tentang perubahan yang di luar, namun perubahan dalam hatinya. Sebelum Paulus “berubah”, ia mengejar-ngejar umat Tuhan, fanatik pada tradisi nenek moyang, penuh amarah dan kekerasan (Ay. 13-14). Paulus mempunyai nama besar tetapi hatinya jauh dari kebenaran. Namun pada saat Allah menyatakan diri kepadanya, ia berubah! Ia meninggalkan masa lalunya, ia tidak lagi hidup untuk kebanggaan dirinya sendiri. Kini ia menjadi pribadi yang siap sedia menjalankan misi Allah, untuk selalu mewartakan kabar baik tentang Yesus Kristus. Senjatanya bukan kostum atau kekuatan super, tetapi hati yang rela dan hidupnya yang diubah secara penuh oleh kasih karunia Allah.
Tidak ada yang terlalu rusak di hadapan Tuhan sehingga mustahil untuk diperbaiki. Tuhan mengubah Paulus dari seorang penganiaya menjadi seorang pewarta Injil bagi dunia yang terluka. Di bulan penciptaan ini, mungkin termasuk kita tanpa sadar telah menjadi perusak dan penganiaya bagi ciptaan Allah yang lain. Kita menjadi orang yang boros menggunakan sumber daya alam yang diberikan Tuhan, tidak peduli pada alam yang mulai rusak, bahkan kita tidak peka pada ketidakadilan ekologis di sekitar kita. Maka sekarang, waktunya kita berubah! Karena kita dipanggil untuk menjadi tangan yang memulihkan, bukan tangan yang menghancurkan. Kita dipanggil untuk peduli dan terlibat langsung dalam menjaga, memelihara, dan melestarikan alam lingkungan yang ada di sekitar kita. Kiranya kita selalu menjadi pribadi yang tanggap dan peka dengan keadaan dan situasi alam yang ada di lingkungan kita. Tuhan Yesus menolong dan memapukan diri kita. Amin. [kila].
“Berhentilah merusak, mulailah merawat!”