Merespon Kasih Tuhan Pancaran Air Hidup 22 April 2023

22 April 2023

Bacaan: Mazmur 116 : 1 – 4 ; 12 – 19 | Pujian: KJ. 426
Nats:Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN.” (Ayat 17)

Ada sebuah lagu sekolah minggu yang masih sering terngiang-ngiang dalam benak kita, lagunya demikian “Tuhan Yesus tidak berubah, tidak berubah, tidak berubah, Tuhan Yesus tidak berubah tak berubah selama-lamanya.” Lagu ini juga sempat viral di beberapa media sosial. Lagu yang senantiasa mengingatkan kita bahwa kasih Allah yang dinyatakan melalui kehadiran Kristus di dunia tidak pernah berubah sampai kapanpun. Dari awal bumi diciptakan sampai sekarang, kasih Allah tidak pernah berubah.

Pemazmur merasakan kasih Allah yang tidak pernah berubah dan sungguh luar biasa. Dimana Allah ternyata tidak tinggal diam ketika Pemazmur sedang mengalami kesesakan dalam hidupnya. Ketika Pemazmur berseru kepada Allah, oleh karena kasih-Nya, Ia mendengarkan seruan Pemazmur. Tidak hanya mendengar tetapi Ia juga mau menolong Pemazmur untuk bisa keluar dari segala kesesakan yang sedang ia alami. Pertolongan yang merupakan wujud nyata kasih Allah sungguh dirasakan oleh Pemazmur. Bagi Pemazmur, pertolongan Allah itu tidak sekedar dinikmati begitu saja, tetapi juga ia respon dengan memuji nama Tuhan dan mempersembahkan kurban syukur bagi Allah.

Sebagai umat Kristen pun kita dapat merasakan apa yang dialami oleh Pemazmur, dimana Tuhan Allah selalu hadir untuk menolong ketika kita dalam kesesakan. Kita dapat mengetahui bahwa Tuhan Allah tidak pernah berubah. Jika Allah menyatakan kasih-Nya secara pribadi pada diri Pemazmur, sekarang pun Allah menyatakan kasih-Nya dalam Kristus yang telah mati di kayu salib. Sudahkah kita merespon semua itu dengan baik? Mari kita menjadi seperti Pemazmur, kita merespon kasih Allah itu dengan ikut ambil bagian dalam pelayanan sebagai bentuk ungkapan syukur kita. Kita bersedia melayani Tuhan dengan talenta yang telah dianugerahkan kepada kita, supaya nama Tuhan semakin dipermuliakan dalam kehidupan kita bersama melalui Greja Kristen Jawi Wetan. Mari sebagai satu tubuh dalam GKJW, kita bangkit untuk melayani Tuhan, karena Tuhan telah mengasihi kita dengan begitu luar biasa. Amin. [roge].

“Responlah kasih-Nya, jangan diam-diam saja!”

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak