Bacaan: Hagai 2 : 1 – 9, 20 – 23 | Pujian: KJ. 393
Nats: “Apakah benih masih ada dalam lumbung, dan apakah pokok anggur, pohon ara, pohon delima, pohon zaitun belum berbuah? Mulai hari ini Aku akan memberi berkat!” (Ayat 20)
Ada sebuah cerita tentang ada seorang anak SMP yang sering mendapat bullying dari teman-teman sekolahnya karena dia anak yang pendiam dan badannya kurus. Sepuluh tahun kemudian ada kegiatan reuni SMP, bertemulah dia dengan teman-temannya dulu yang suka mem-bully dirinya pada masa sekolah. Tetapi sekarang sikap teman-temannya berubah menjadi kagum dan kaget, karena dia yang dulu sering di-bully, sekarang menjadi seorang Lurah. Sesuatu yang di luar dugaan, orang yang pendiam dan kurus tetapi bisa dipilih menjadi seorang pemimpin yang diandalkan.
Bacaan hari ini mengisahkan bagaimana pada zaman Nabi Hagai, Zerubabel dipilih menjadi pemimpin pembangunan Bait Suci saat bangsa Yahudi berada dalam kekuasaan Persia. Siapa sangka Zerubabel bisa dipilih menjadi pemimpin pembangunan Bait Suci. Salah satu alasan terpilihnya Zerubabel adalah karena dia termasuk keturunan Daud. Kepada Daud, Tuhan semesta alam telah berjanji bahwa keturunannya akan memerintah Israel. Keterpilihan Zerubabel ini selaras dengan pemberitaan para nabi bahwa akan ada seorang pemimpin yang istimewa dari keturunan Daud. Begitulah cara Tuhan memilih umat-Nya menjadi pemimpin, tidak ada hal apapun yang bisa merintangi-Nya. Bersyukur melalui Nabi Hagai, gubernur Yehuda mau mendengarkan dan menaati firman Tuhan.
Kita adalah orang-orang yang dipilih Tuhan, yang telah dipanggil menjadi berkat dimanapun tempat kita berada. Karena itu, jangan sia-siakan kepercayaan Tuhan, lakukan tugas panggilan dan pelayanan kita dengan penuh ketulusan hati dan kasih, maka sukacita akan terjadi dalam kehidupan kita. Seorang tukang parkir motor setiap hari menata banyak kendaraan dan menata dengan penuh kebahagiaan meskipun motor yang ditata bukan miliknya. Dengan percaya tukang parkir motor akan menerima dan memiliki motor sendiri atas berkat Tuhan melalui pekerjaanya. Demikian kehidupan kita, kita harus menjadi berkat untuk sesama dimanapun tempat kita dan apapun keadaan kita supaya kebahagiaan sejati selalu hadir memenuhi kehidupan kita. Amin. [LEN]
“Jadilah berkat, dimanapun kita berada!”