Bacaan: Nahum 1 : 1 – 13 | Pujian: KJ. 413
Nats:“TUHAN itu baik; tempat perlindungan pada waktu kesusahan; Ia memperhatikan orang-orang yang berlindung pada-Nya.” (Ayat 7)
Masa senja sering dipandang sebagai masa yang menurun: tubuh tidak lagi sekuat dalu, ingatan tidak setajam dulu, dan langkah tidak secepat masa muda. Namun bagi orang percaya, masa senja bukanlah masa kehilangan makna, melainkan masa memperdalam iman dan pengharapan. Pekan Adi Yuswa mengajak kita untuk melihat kembali perjalanan hidup bersama Tuhan dan menemukan bahwa kekuatan sejati kita tidak pernah berasal dari diri sendiri, melainkan dari Allah yang setia. Oleh karena itu, di tengah segala keterbatasan kita, Tuhan tetap menjadi sumber kekuatan dan perlindungan kita.
Kitab Nahum ditulis dalam konteks ancaman dan ketidakpastian. Bangsa Yehuda hidup dalam bayang-bayang kekuasaan Asyur yang menindas. Di tengah situasi itu, Nahum menyampaikan pesan tentang siapa Allah itu. Allah digambarkan sebagai Allah yang cemburu dan pembalas terhadap kejahatan, namun sekaligus Ia adalah Allah yang panjang sabar dan besar kuasa-Nya. Gambaran ini menegaskan bahwa dunia tidak dibiarkan berjalan tanpa arah; Ia tetap memegang kendali atas sejarah dan kehidupan umat-Nya. Ayat 7 menyebutkan, “TUHAN itu baik, Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan, Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.” Tentu ayat ini sangat bermakna dan memberi kekuatan. Setelah melewati begitu banyak musim kehidupan, sukacita dan duka, keberhasilan dan kegagalan, Tuhan menyatakan bahwa Ia mengenal setiap orang yang setia berlindung kepada-Nya. Tidak ada satu pun air mata, doa, atau perjuangan hidup yang luput dari perhatian-Nya.
Nahum juga mengingatkan bahwa sejatinya kuasa manusia dan kekuatan duniawi ada batasnya. Musuh yang tampak besar dan menakutkan pada akhirnya akan berlalu. Sebaliknya, Tuhan yang kekal tetap teguh. Ini menjadi pengharapan bagi para adi yuswa. Ketika kekuatan fisik berkurang, iman justru semakin dikuatkan. Ketika peran-peran lama mungkin tidak lagi dijalani, kesaksian hidup yang setia menjadi berkat bagi generasi berikutnya. Di masa senja, Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Ia tetap menjadi benteng, penghibur, dan sumber damai. Pekan Adi Yuswa saat ini mengajak kita untuk terus bersandar kepada Tuhan, sebab di dalam Dia ada kekuatan yang tidak pernah pudar sampai akhir kehidupan. Amin. [asen].
“Di masa senja, Tuhan tetap menjadi sumber kekuatan.”