Takut Renungan Harian 20 Juli 2020

20 July 2020

Bacaan : Kejadian 32 : 3 – 21 |  Pujian : PKJ. 235
Nats:
Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya.” (Ay. 11)

Ketakutan atas wabah virus Corona Wuhan yang sangat ganas dan mematikan beberapa waktu yang lalu menimbulkan beberapa reaksi berlebihan dari masyarakat. Di Sumatra Barat bahkan ada gerakan dan demonstrasi  yang menolak kehadiran turis dan wisatawan asal China di wilayahnya, serta memboikot barang-barang buatan China yang dikhawatirkan membawa virus yang belum ada obatnya tersebut. Sempat pula beredar konten hoax di berbagai media sosial yang mengklaim bahwa virus Corona dapat disebarkan melalui handphone Xiaomi.

Yakub juga dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran yang sangat ketika akan bertemu dengan Esau, ”… jangan-jangan ia datang membunuh aku …”. Pikiran tersebut muncul karena ia sadar telah berbuat salah kepada kakaknya dengan menipu Ishak—ayahnya—sehingga berkat yang diperuntukkan bagi Esau akhirnya jatuh kepadanya. Ketakutan itu membuat Yakub memutar otak mengatur strategi supaya Esau tidak membalas dendam padanya. Mulai dari penyebutan “tuan” bagi Esau dan “hamba” bagi dirinya, hingga upaya-upaya memberikan persembahan untuk melunakkan hati Esau. Pada akhirnya Yakub berdoa memohon kepada Tuhan agar dilindungi dan diluputkan dari amarah Esau. Tuhan berkenan memberi kesempatan Yakub untuk mengalami suatu pengalaman rohani yang berharga melalui pergulatannya dengan Tuhan Allah sendiri di tepi sungai Yabok untuk mendapatkan berkat. Harapan akan penyertaan melalui berkat dari Tuhan Allah itulah yang membuat Yakub berani dan siap bertemu dengan Esau, kakaknya.

Tuhan yang kita sembah saat ini adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan dalam kisah Yakub ini. Kesetiaan-Nya terhadap Yakub merupakan pegangan bagi kita saat ini, sehingga kita bisa sungguh-sungguh berharap dan mempercayai janji keselamatan dan penyertaan-Nya pada diri kita. Bukankah kita pun sering berlaku seperti Yakub, yang khawatir dan takut atas banyak hal di depan kita? Namun seperti Tuhan yang tetap setia dalam penyertaan-Nya pada Yakub di dalam kekhawatirannya, biarlah kita juga percaya bahwa Tuhan pun setia pada kita. Yang kita butuhkan sekarang adalah belajar untuk mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan. (RS)

“Penyertaan Allah adalah kunci mengatasi ketakutan”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak