Teguh Beriman Di Tengah Ancaman Pancaran Air Hidup 2 Oktober 2025

2 October 2025

Bacaan: 2 Raja-raja 18 : 1 – 8, 28 – 36  |  Pujian: KJ. 256
Nats: “Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia.” (Ayat 5)

Bayangkan sebuah mercusuar tua yang berdiri di ujung karang, dikelilingi laut lepas yang sering kali mengamuk. Ombak datang menghantam siang dan malam, angin menderu tanpa ampun. Tetapi mercusuar itu tetap berdiri. Ia tak bergeming, karena fondasinya tertanam dalam di batu karang, bukan di pasir. Mercusuar itu tidak bisa mencegah badai datang, tetapi ia memberi terang dan arah bagi kapal-kapal yang tersesat. Ia tetap berdiri, bukan karena kekuatannya sendiri, melainkan karena di mana dan kepada siapa ia berpijak. Begitulah kehidupan orang percaya. Badai kehidupan—tantangan iman, tekanan dunia, perbedaan denominasi, atau godaan kompromi—akan datang terus silih berganti. Tetapi jika kita berdiri dalam Tuhan, kita akan menjadi “mercusuar” iman, yang tetap bersinar di tengah dunia yang gelap dan bergejolak.

Raja Hizkia dikenal sebagai salah satu raja Yehuda yang mempercayai Tuhan dengan sepenuh hati. Ia berani menghancurkan tiang-tiang berhala dan mengembalikan ibadah kepada Allah yang hidup. Di tengah gempuran kuasa besar Asyur dan ancaman dari pejabatnya (Rabshakeh), Hizkia tidak gentar. Rabshakeh mencoba menggoyahkan kepercayaan bangsa Yehuda dengan kata-kata yang melemahkan, “Jangan percaya kepada Hizkia…! Jangan percaya kepada TUHAN…!” Namun, rakyat tetap diam. Mengapa? Karena ada kepemimpinan yang percaya kepada TUHAN dan iman yang telah ditanamkan. Dalam konteks ekumene, kita diajak belajar dari Hizkia bahwa persatuan dan kesetiaan kepada Tuhan akan membawa kekuatan menghadapi tantangan dari luar. Dunia bisa menggoda dengan kuasa dan kemegahan, tetapi umat Tuhan yang bersatu dalam iman tidak akan mudah goyah.

Dalam semangat ekumene, kita bukan hanya diajak untuk bersatu sebagai gereja-gereja Tuhan, tetapi juga diajak teguh berdiri dalam iman kepada Yesus Kristus meskipun berbeda denominasi. Dunia mungkin akan terus mempertanyakan kekuatan dan relevansi gereja, tetapi jika kita bersatu dan setia seperti Hizkia dan rakyat Yehuda, maka Tuhan sendiri akan membela umat-Nya. Amin. [dvd].

“Iman yang teguh bukanlah bebas dari ancaman, tetapi tetap berdiri di tengah ancaman karena percaya kepada Allah yang hidup.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak