Ditemukan Dan Dihargai Pancaran Air Hidup 2 November 2025

2 November 2025

Bacaan: Lukas 19 : 1 – 10  |  Pujian: KJ. 453
Nats: Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan pada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.” (Ayat 9)

Suatu hari, seorang seniman muda mengukir topeng dari kayu jati tua peninggalan kakeknya. Ukiran itu unik, menggabungkan gaya tradisional suku lokal dengan ekspresi kontemporer. Banyak orang awalnya mencibir, “Itu bukan budaya murni.” Namun kemudian topeng itu memenangkan penghargaan seni karena keberaniannya merangkul masa lalu dan masa kini. Kisah ini mengingatkan kita bahwa budaya bukan hanya soal warisan, tetapi juga soal pertemuan antara nilai, identitas, dan transformasi.

Dalam Lukas 19:1–10, kita bertemu seorang bernama Zakheus, seorang pemungut cukai, kaya tetapi tersisih secara sosial. Ketika Yesus datang ke rumahnya, budaya, nilai, dan kehidupan Zakheus berubah total. Ia hidup dalam budaya yang kompleks: Ia seorang Yahudi, tetapi bekerja untuk Romawi. Ia kaya tetapi dijauhi oleh masyarakat. Dalam budaya Yahudi, ia dianggap najis dan pengkhianat. Namun, Yesus memandang Zakheus tidak dari kaca mata budaya, tetapi dari hati Allah yang mencari dan menyelamatkan yang hilang. Yesus melanggar batas budaya dengan menginap di rumah orang yang dianggap “berdosa”. Pertemuan ini membawa transformasi. Zakheus tidak hanya bertobat secara rohani, tetapi juga secara sosial dan budaya: ia mengubah cara hidup, mengembalikan keadilan, dan menjadi teladan pemulihan.

Di tengah keberagaman budaya kita, baik bahasa, tradisi, status sosial, Yesus tetap hadir dan menyapa setiap pribadi dalam kasih dan keadilan. Bulan budaya menjadi momen bagi kita untuk menghargai warisan budaya yang baik, mewaspadai nilai-nilai budaya yang menindas atau memecah belah, dan membuka diri agar budaya kita ditransformasi oleh kasih Kristus. Gereja dipanggil bukan untuk meninggalkan budaya tetapi untuk menghidupi budaya dalam terang Injil, membawa terang Kristus masuk ke dalamnya. Kiranya Tuhan memampukan kita semua. Amin. [dvd].

Kristus tidak menghapus budaya, tetapi menyentuh dan menebusnya agar memuliakan Allah.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak