Bacaan : Lukas 10 : 21 – 24 | Pujian : KJ 375
Nats : “Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.” [ayat 23]
Suatu ketika saya bertemu dengan seorang ibu yang menyapa dengan sangat akrab “E..mas Dani, masih aktif jadi pamong anak-anak mas?”, sapa ibu tadi. Saya menjawab “Iya bu, saya masih melayani anak-anak di gereja” . “Wah masih setia ya, anak saya dulu murid sampeyan lho, sekarang sudah kuliah di UGM. Terima kasih ya mas dulu sudah mendampingi
anak saya sehingga dia tetap aktif ke gereja sampai sekarang”. Ibu itu bercerita panjang sambil terharu.
Saya juga terharu mendengar cerita ibu tadi. Dalam hati terucap ungkapan syukur kepada Tuhan telah memberi kesempatan menjadi pamong anak- anak. Itulah salah satu kebahagian menjadi seorang pamong anak di gereja, saat mengetahui anak asuhnya sudah berhasil meraih cita-cita yang diimpikan.
Bacaan kita hari ini menceritakan kebahagiaan Tuhan Yesus saat bertemu dengan para murid yang telah berhasil mengusir setan dalam nama-Nya. Diapun mengucap syukur kepada Bapa-Nya atas peristiwa itu. Sukacita Tuhan Yesus terjadi karena merasa para murid sudah memiliki iman yang benar kepada Allahnya, itulah yang menyebabkan para murid bisa mengusir setan. Namun bukan mengusir setan itu yang utama, yang lebih penting dari itu adalah menerima janji kemuliaan masuk dalam kerajaan surga.
Saya percaya setiap orang yang sudah melakukan panggilan pelayanannya dengan benar pastilah menerima sukacita dari Tuhan. Mungkin sukacita itu karena anak kita lulus ujian, mendapat jodoh, mendapatkan pekerjaan, dan anugerah-anugerah lain dari Tuhan. Namun yang lebih utama di atas semua itu adalah iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus, telah membawa kita masuk dalam kemuliaan surgawi.
Saat ini mungkin Tuhan sedang memanggil saudara dalam pelayanan kepada-Nya melalui kegiatan di gereja. Terimalah itu dengan sukacita. Jangan ragu, jangan bimbang lakukanlah panggilan pelayanan kita dengan sukacita karena Allah akan memberkati jerih payah kita. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus telah lebih dahulu menyelamatkan kita melalui pengorbanan- Nya di kayu salib. [DKR]
“Kebahagian terbesarku adalah melihat sukacita kalian.”