Menyelaraskan Kehendak Tuhan Renungan Harian 2 Juli 2020

Bacaan : Kejadian 25 : 19 – 27     |     Pujian : KJ. 345
Nats
: “Firman TUHAN kepadanya: “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” (Ay. 23)

 Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya berhasil dalam hidupnya. Oleh sebab itu, orang tua berjuang keras menyediakan fasiltas-fasilitas untuk menunjang keberhasilan si anak seperti sekolah di tempat terbaik, mengikutkan anak les tambahan untuk mata pelajaran tertentu dan ketrampilan. Tetapi orang tua lupa bahwa apa yang diinginkannya sering kali tidak selaras dengan apa yang anak-anak inginkan atas hidupnya. Banyak orang tua memaksakan keinginannya sehingga mengabaikan potensi anak. Dampaknya banyak anak-anak masa kini mengalami stress karena harus menjalani hidupnya tidak sesuai dengan “passion”nya atau potensinya demi mewujudkan keinginan orang tuanya. Ia harus membuang jauh-jauh masa depannya dan hidupnya menjadi hampa.

Memahami keinginan anak sesungguhnya sama dengan menyelaraskan kehendak Tuhan? Mengapa demikian? Sebab sejak dalam kandungan, Tuhan sudah merencanakan masa depan anak tersebut. Hal ini dapat dilihat dalam bacaan kita hari ini. Sejak dalam kandungan Ribka, Tuhan sudah mempunyai rencana atas hidup Yakub dan Esau.  Dengan jelas dikatakan bahwa dalam kandungan Ribka terdapat dua suku bangsa yang saling bertolak belakang. Suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari suku bangsa yang lain dan anak yang tua menjadi menjadi hamba kepada anak yang muda, maka tugas Ishak dan Ribka adalah mendidik anak-anak mereka agar selaras dengan kehendak Tuhan.

Memang tidak mudah memahami apa rencana Tuhan atas anak-anak kita, maka tugas orang tua adalah mencari tahu apa potensi anak secara terus menerus dan mengarahkan anak untuk mengembangkan potensinya dengan maksimal sehingga anak-anak dapat menjalankan hidupnya dengan penuh sukacita. Itulah cara terbaik orang tua menyelaraskan kehendak Tuhan. (pipin).

 “Kebahagiaan seorang anak adalah ia mampu menemukan potensinya”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •