Perintis Gunung Batu Pancaran Air Hidup 2 April 2022

2 April 2022

Bacaan: Mazmur 126 : 1 – 8 ǀ Pujian: KJ. 440
Nats:
“Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!” (Ayat 4).

Desa Selopuro, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri adalah daerah yang gersang. Struktur tanahnya terdiri dari batu-batu kapur, sulit air, sehingga tidak dapat digunakan untuk menanam tanaman-tanaman produktif. Pada tahun 1975, Siman, salah seorang warga desa merasa prihatin dengan kondisi desanya tersebut. Dia mengajak seluruh warga di desa yang berjumlah sekitar 500-an KK untuk menanam bibit pohon apa saja di bukit dan pegunungan batu kapur. “Waktu itu, saya hanya berpikir bagaimana caranya menyelamatkan lahan kritis di desa, karena hanya ada bukit batu. Malah tidak ada tanahnya, sehingga air juga sulit”, itu yang disampaikan oleh Siman. Cara menanam membutuhkan usaha yang sulit, karena mencari celah bebatuan dan melebarkannya dengan linggis, setelah itu baru bibit pohon dan tanah dimasukkan di antara celah batu. Tahun itu juga perbukitan dan gunung batu seluas 263 hektar telah ditanami berbagai pepohonan, antara lain: Sengon, Mahoni, Akasia, Jati dan pohon lainnya. Pada awal tahun 2000, sumber air mulai banyak di desa Selopuro, karena pohon-pohon yang ditanam mengikat air dan menyimpan cadangan air. Desa Selopuro pun menjadi desa yang subur dan bisa ditanami berbagai macam tanaman dan sayur mayur. Ketekunan Siman dan warga desa membuahkan hasil yang manis.

Mazmur 126 mengisahkan bangsa Israel yang baru saja kembali dari pembuangan di Babel. Mereka harus membangun kembali tanah mereka. Ada pengharapan dalam permohonan mereka kepada Tuhan, memulihkan batang air kering di tanah Negeb. Negev berasal dari bahasa Ibrani yang artinya kering. Negeb adalah wilayah padang pasir di Israel Selatan dengan luas 55% dari luas wilayah Israel. Mereka yakin sesulit apapun kondisi mereka setelah dari pembuangan di Babel, Tuhan akan memulihkan keadaan mereka, sehingga mereka akan terus dapat bersukacita, karena Tuhan melakukan perkara besar bagi Israel.

Mungkin kita pernah ada dalam situasi tidak mudah dan merasa tanpa pengharapan. Akan tetapi ketekunan dalam iman akan terus membuahkan anugerah sukacita bagi kehidupan kita. Yang diperlukan hanyalah tekun dan setia untuk terus berharap bahwa Tuhan menyertai dan memulihkan. Amin. [cha].

“Ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak