Game Naga Khayalan Pancaran Air Hidup 2 Agustus 2022

Bacaan: Kolose 4 : 2 – 6 | Pujian: KJ. 427
Nats:
“Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” (Ayat 6).

Pernah menangkap naga? Saya pernah. Pada tahun 2016 dunia game, khususnya smartphone sedang dihebohkan dengan hadirnya game Pokemon Go. Game ini menampilkan peta digital yang mirip dengan dunia nyata, sehingga para pemain berlomba-lomba keluar rumah menggunakan kesempatan yang ada untuk menangkap naga, monster, yang kebanyakan lucu dan imut, bernama Pokemon. Tiap kali bermain, saya semakin semangat, gigih memakai setiap kesempatan untuk segera menangkap makhluk yang bermunculan di lingkungan sekitar. Namun saat bermain, sesaat saya merasa tertegur oleh pertanyaan kepada diri sendiri, “Apakah saya juga segigih, sesemangat ini di dalam memaknai kesempatan hidup dan rohani yang ada?”  

Dalam Kolose 4, Rasul Paulus memberi kekuatan iman agar orang percaya senantiasa mempergunakan kesempatan untuk hidup di dalam Kristus. Ia meminta didoakan agar mendapat kesempatan mengabarkan Injil (Ay. 3). Kemudian, ia menegaskan, “Di dalam hubungan dengan orang-orang yang tidak percaya, hendaklah umat hidup bijaksana dan memakai setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya.” (Ay. 5) Paulus tidak ingin Jemaat Kolose melewatkan kesempatan apapun untuk membawa orang lain kepada Kristus. Namun, untuk itu mereka harus benar-benar mengenali diri dan kebutuhan orang lain, lalu melakukannya dengan cara yang “penuh kasih” (Ay. 6). Oleh sebab itu, rasul Paulus menasihati agar jemaat Kolose dalam kehidupan sehari-hari memiliki perkataan yang penuh kasih dan jangan hambar, sehingga mereka dapat memberi jawab kepada setiap orang.

Ajakan ini ditujukan juga kepada kita, umat-Nya. Biarlah seluruh percakapan kita sedap didengar, santun, dan pada tempatnya.  Selalu ada secercah kesalehan di dalamnya dan harus dilakukan dengan cara Kristen yang tidak hambar, yaitu jangan sampai ucapan umat Tuhan menjadi sesuatu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, karena didalamnya terkandung tipu muslihat, memutarbalikan fakta yang ujung-ujungnya memecah belah persekutuan. Maka dari itu, mari dalam bulan pembangunan ini, kita bangun terus menerus kesempatan-kesempatan bukan untuk mengejar naga khayalan, melainkan mengejar dan menciptkan keindahan persekutuan yang berkenan di hadapan Tuhan. Karena satu tutur kata yang membangun bisa mempengaruhi seluruh dunia. Tuhan memberkati kita. Amin. [tma]

“Satu kalimat yang membangun bisa mempengaruhi seluruh dunia, maka ucapkanlah!”

 

Bagikan Entri Ini: