Jeans Hipster Renungan Harian 19 Maret 2018

Bacaan: Yesaya 43:8-13   |   Pujian: KJ 453
Nats:
“Juga seterusnya Aku tetap Dia.” (ay.13)

Beberapa saat yang lalu, ada seorang teman yang nge-tag foto semasa kuliah di media sosial. Terlihatlah di foto itu, bagaimana saya dan tetman-teman kuliah berjejer dan bergaya seusai ibadah pengutusan yang dilakukan sebelum kami berangkat ke berbagai Gereja untuk melaksanakan stage (paraktek kejemaatan). Dalam kolom komentar di foto itu, kami pun ribut membahas tentang bagaimana kami -yang sekarang kebanyakan sudah jadi Pendeta gendut- masih sangat muda dan kurus. Kami juga seru membahas model jeans hipster yang kami pakai. Baju kami di foto itu tampak ketinggalan jaman sekali. Karena sekarang yang sedang ngetrend bukan jenis hipster tapi celana jeans skinny. Demikianlah segala sesuatu berubah. Yang dulu akan berangkat stage, sekarang jadi Pendeta. Yang dulu kurus, sekarang gendut. Yang dulu pakai jeans hipster, sekarang pakai jeans skinny. Semua berubah…

Namun tidak demikian dengan firman yang disampaikan Tuhan melalui Yesaya. Kepada Israel umat kepunyaan-Nya, Tuhan menyatakan bahwa mereka telah dipilih sebagai hamba dan saksiNya. Israel dipilih untuk mengabarkan karya keselamatan dari Allah kepada bangsa-bangsa lain. Tugas menjadi saksi ini tentu bukan perkara mudah, banyak tantangan dan bahkan bahaya. Apalagi Israel saat itu adalah bangsa kalah yang dibuang ke Babel. Namun, Tuhan menyatakan bahwa Dia tak berubah, “…seterusnya Aku tetap Dia” (ay.13). Tak seperti perubahan yang kita alami sebagai manusia, Tuhan justru berjanji bahwa Dia tidak pernah berubah. Kesetiaan, kasih dan anugerahNya tetap.

Perubahan dalam hidup memang tak terelakkan. Ada perubahan yang baik, namun kadang terjadi pula perubahan yang membuat kita menderita. Namun, di atas semuanya itu Yesaya mengingatkan bahwa Tuhan kita tidak pernah berubah. Mengikut Kristus memang tak berarti bahwa kita tak akan pernah susah, namun mengikut Kristus berarti kita tak pernah sendirian dalam menjalani kesusahan kita. Ya, model jeans sih boleh saja berubah, tapi kasih-Nya tinggal tetap! (Rhe)

Perubahan selalu dimulai dengan langkah pertama Buatlah langkah itu!

 

Bagikan Entri Ini: