Botol Kosong Renungan Harian 19 Desember 2017

Bacaan : 2 Raja – raja 2 : 9 – 22 | Pujian: KJ 350
Nats: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari roh-mu.” [ayat 9]

Ada banyak alasan yang menjadikan kita sampai pada kesimpulan bahwa saya dan saudara merasakan dan menerima berkat Tuhan. Berkat yang disediakan bagi kita selalu ada mulai dari pagi hari ketika kita membuka mata, hingga malam hari ketika kita menutup hari dan beristirahat. Mulai hari Senin hingga Minggu, sepanjang hari, sepanjang hidup. Seumpama sebuah botol kosong, maka berkat-berkat akan terus ada di sepanjang hidup kita akan mengisi botol kosong tersebut dan semakin memenuhinya.

Kita selalu memiliki pilihan dalam menyikapi berkat tersebut. Kita bersyukur ataukah kita menjadi terlena? Kita menerimanya dan menyimpannya, hingga memenuhi ataukah bahkan menjadi mubazir karena membiarkannya tumpah tanpa faedah? Ataukah kita belajar melalui semangat dan penghayatan Elisa dalam menjadikan berkat sebagai bagian dari gaya hidupnya?

Elisa meminta kepada Elia supaya dia mendapat dua bagian dari roh Elia sebelum Elia terangkat ke sorga. Dan rupanya karena Elisa mampu melihat Elia terangkat ke sorga, maka keinginan itupun terlaksana. Sesaat sesudah berkat itu diterima, Elisa dihadapkan dengan kondisi kota Yerikho yang memiliki kwalitas air yang tidak baik sehingga di negeri tersebut sering ada keguguran bayi (ayat 19). Maka dimulailah misi Elisa menjadi perpanjangan sarana berkat dengan menyehatkan air di kota itu.

Botol berkat kehidupan kita pun senantiasa terisi dengan berkat-berkat Tuhan yang tidak berkesudahan. Ada begitu banyak kebaikan Tuhan yang kita imani senantiasa kita terima. Alangkah seimbangnya kehidupan kita apabila kita memiliki hati untuk menuangkan berkat Tuhan dalam botol kehidupan kita kepada orang lain agar orang lainpun merasakan kebaikan dan kasih Tuhan. Biarkanlah semangat dan roh Elisa pun hidup di hati kita agar kita dikuatkan untuk senantiasa mengisi botol-botol kosong orang lain. [Ardien]

“Isilah botol kehidupan orang lain dengan cinta kasih serta sikap yang meneguhkan kehidupan!”

 

Bagikan Entri Ini: