Bacaan: Kejadian 13 : 1 – 18 | Pujian: KJ. 424
Nats: “Berkatalah Abram kepada Lot, “Janganlah kiranya ada pertengkaran antara aku dan engkau, dan antara gembalaku dan gembalamu, sebab kita ini kerabat.” (Ayat 8)
Penatua merupakan penamaan dari kata Yunani Presbyteros yang artinya seseorang yang dituakan. Ketika dimaknai dalam bahasa Indonesia disebut penatua. Hal ini sudah mengakar sejak zaman Israel kuno, dimana penatua ini berasal dari orang-orang tua dari suku Israel yang dipercaya menjadi pemimpin suku dan menjalankan pemerintahan. Ketika gereja menginstitusi, Paulus dan Barnabas mengangkat penatua menjadi pemimpin gereja. Mengapa ada pandangan dipilih dari yang tua? Karena orang yang tua dipandang memiliki banyak pengalaman hidup dan lebih bijaksana.
Kebijaksanaan sangat diperlukan dalam kehidupan kita, sebab dengan kebijaksanaan akan menghindarkan kita dari perpecahan dan masalah yang lainnya. Kebijaksanaan ini juga disaksikan dalam kisah Abram dan Lot pada bacaan kita. Abram dan Lot adalah kerabat. Mereka bersama-sama meninggalkan kampung halaman mereka untuk pergi ke tanah yang dijanjikan Tuhan. Karena banyaknya orang yang ikut bersama dengan mereka dalam perjalanan, maka terjadilah konflik dan gesekan. Maka Abram dengan kebijaksanaannya menawarkan kepada Lot untuk mengambil jalan yang berbeda agar para pekerja mereka tidak bertengkar. Dengan kebijaksanaannya juga, Abram tidak mendahulukan kepentingannya, dia membiarkan Lot untuk mengambil langkah terlebih dahulu, mau ke kanan atau ke kiri. Pada akhirnya Lot memilih ke arah tanah yang terlihat subur, sedangkan Abram diberikan tanah yang dijanjikan Tuhan kepadanya.
Dalam menghayati pekan Adi Yuswa GKJW pada saat ini, mari sebagai generasi yang banyak pengalaman hidup, kita gunakan hikmat kebijaksanaan kita untuk kebaikan persekutuan kita di GKJW. Makna kata: “yang tua yang bijaksana”, belum tentu menjadi jaminan, sebab yang tua belum tentu bijaksana dan yang muda juga belum tentu tidak bijaksana. Tetapi kebijaksanaan bisa tumbuh dari pengalaman hidup. Maka kisah Abram dan Lot mengajarkan pada kita bahwa kebijaksanaan menghindarkan kita dari konflik dan membawa kita pada penggenapan janji Allah. Mari kita hidup dengan bijaksana agar persekutuan dan hidup kita penuh dengan kasih dan damai. Amin. [BWP].
“Kepintaran adalah sebuah kekayaan. Namun, ia memerlukan kekuatan penyeimbang yang bernama kebijaksanaan.”