Aku dan Keluargaku Melayani Tuhan Pancaran Air Hidup 18 Juli 2022

Bacaan: Keluaran 18 : 1 – 12 │ Pujian: KJ. 451 : 1 – 2
Nats:
“Dan Yitro, mertua Musa mempersembahkan korban bakaran dan beberapa korban sembelihan bagi Allah; lalu Harun dan semua tua-tua Israel datang untuk makan bersama –sama dengan mertua Musa di hadapan Allah.” (Ayat 12)

Keluarga adalah tempat pertama kita bertumbuh sekaligus belajar. Belajar mengenal peran, hak, kewajiban, dan mengenal Allah. Selain itu jiwa dan fisik kita pun terus bertumbuh karena kita menerima kebutuhan jasmani, merasakan cinta kasih, dan perhatian. Semua inilah yang menjadi sarana keluarga kita hidup sejahtera dan rukun. Komunikasi di antara sesama keluarga dan Tuhan menjadi kunci utama keluarga sejahtera. Sekalipun di tengah kehidupan keluarga kita menghadapi suka-duka, tantangan dan masalah, kasih penyertaan Tuhan selalu ada bagi kita, seperti yang disaksikan dalam kehidupan keluarga Musa dan Imam Yitro.

Yitro adalah seorang Imam di Midian. Ia juga mertua Musa. Baik Imam Yitro maupun Musa memiliki peran dan tanggungjawab yang berbeda, keduanya pun juga menghadapi tantangan dan masalah dalam menjalankan tugas mereka. Diawali dari Musa yang harus berpisah sementara waktu dengan istri, kedua anak dan mertuanya, karena ia harus mendampingi bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Kemudian perjalanan Imam Yitro bersama anak dan cucunya ke padang gurun untuk bertemu dengan Musa. Setibanya di padang gurun, Imam Yitro dan Musa saling peduli dengan menanyakan keselamatan masing–masing dan menjalin komunikasi. Setelah mendengar cerita satu sama lain dan menyaksikan kuasa Tuhan atas keluarga serta bangsa Israel, mereka bersyukur kepada Allah. Mereka mengaturkan persembahan dan mengadakan perjamuan makan bersama dengan orang Israel (Ay. 12).

Bercermin dari kisah keluarga Imam Yitro. Sejatinya Tuhan Allah senantiasa berkenan memakai keluarga-keluarga kita untuk menjadi mitra-Nya mewartakan Firman Kebenaran dan Kerajaan Allah. Tuhan Allah ada di tengah-tengah keluarga kita, untuk itu mari kita melayani Tuhan dengan senantiasa membangun kepedulian, komunikasi, beribadah bersama keluarga dan senantiasa bersyukur kepada Tuhan. Amin. [Ry].

“Biasakan untuk membangun komunikasi bersama keluarga dan Allah”

 

Bagikan Entri Ini: