Bertobat Bukan Sekedar Kata Maaf Pancaran Air Hidup 18 Februari 2024

18 February 2024

Bacaan: Markus 1 : 9 – 15 | Pujian: KJ. 29
Nats: “kata-Nya, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Ayat 15)

Pak NN adalah seorang suami yang suka pulang larut malam. Hal ini tentu membuat sang istri kecewa dan berharap agar Pak NN tidak mengulangi hal tersebut. Pak NN merasa bersalah, kemudian ia meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tetapi ternyata keesokan harinya Pak NN tetap melakukan hal yang sama. Sang istri dengan kesalnya mengatakan, “Jika malam ini pulang larut malam lagi, lebih baik tidur di luar!” Pak NN meminta maaf sekali lagi, tetapi kenyataannya ia justru pulang pagi dini hari. Hal ini membuat sang istri kecewa dan mengatakan, apabila Pak NN tidak pulang, ia akan membuka semua pintu rumahnya. Hal ini justru membuat Pak NN khawatir ada orang jahat yang datang ke rumah dan menganggu anak istrinya. Akhirnya Pak NN meminta maaf, ia bertobat dan tidak pernah pulang larut malam lagi.

Bacaan kita saat ini menceritakan Tuhan Yesus yang mengungkapkan sebuah ajakan untuk bertobat. Markus 1:9-15 ini diawali dengan cerita pembaptisan Tuhan Yesus yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis. Kedua: kisah pencobaan Tuhan Yesus di padang gurun, dimana Allah meneguhkan Tuhan Yesus saat ia dicobai oleh Iblis di padang gurun. Dan ketiga: Tuhan Yesus memberitaan tentang diri-Nya yang ditandai dengan ajakan dan pemberitahuan bahwa waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” (Ay. 14).

Seruan pertobatan yang kita dengar bukan hanya ditujukan kepada seorang yang berbuat jahat saja, melainkan kepada kita semua. Sebab kita adalah manusia berdosa yang seringkali melakukan kesalahan dan dosa. Pada minggu Pra Paskah saat ini, kita dipanggil Tuhan Yesus untuk bertobat. Bertobat bukan hanya sekedar meminta maaf kepada sesama atau memohon pengampunan kepada Tuhan, melainkan kita diajak untuk sungguh-sungguh menyesali dan mengakui dosa-dosa kita dan berjanji untuk tidak mengulang kesalahan kita yang sama. Sebab bertobat bukan hanya sekedar ucapan, melainkan “perubahan pikiran atau tujuan kita.” Pertobatan selalu melibatkan perubahan hidup ke arah yang lebih baik, yaitu ketika seorang meninggalkan dosa dan kembali kepada Allah. Kiranya Tuhan memampukan kita. Amin. [Ber].

“Bertobat bukan hanya dengan kata, tetapi dengan tindakan nyata.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak