Bacaan: Ibrani 10 : 16 – 25 | Pujian: KJ. 169
Nats: “Jadi, Saudara-saudara, kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam Tempat Kudus, oleh darah Yesus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri.” (Ayat 19-20)
Hari ini adalah hari Jumat Agung, hari dimana kita mengenang kembali peristiwa Yesus diadili, disiksa, dan mati disalibkan di Golgota. Peristiwa salib menjadi bukti kasih Allah kepada kita. Tuhan Allah di dalam diri Yesus rela mengorbankan diri-Nya demi menebus dosa kita. Pengorbanan Yesus inilah yang menjadi dasar bagi kita untuk rela berkorban bagi sesama. Ia menjadi teladan bagi kita, bagaimana Ia hidup, melayani, mengajar, dan mati disalibkan, semua Ia lakukan dalam ketaatan kepada Bapa. Karena itu, pengorbanan Yesus adalah hal yang berharga, sebab oleh darah-Nya ada keselamatan bagi kita yang percaya.
Melalui bacaan hari ini, penulis surat Ibrani mengungkapkan bahwa pengorbanan yang dilakukan oleh Yesus merupakan persembahan yang sempurna. Jika orang Yahudi untuk mendapatkan pengampunan dosa, mereka harus mempersembahkan lembu jantan atau domba jantan sesuai ketetapan Hukum Taurat, maka bagi umat Tuhan, pengampunan dosa itu ada di dalam diri Yesus Kristus. Dialah yang telah mati sekali untuk selama-lamanya demi pengampunan dosa manusia (Ay. 10). Melalui Yesuslah, umat manusia diselamatkan sebagaimana firman-Nya, “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan pelanggaran mereka.” (Ay. 16-17). Ini adalah kasih karunia Allah bagi umat yang percaya. Oleh darah Yesus, umat Tuhan beroleh keberanian masuk dalam Tempat Kudus (Ay. 19), dan mendapatkan hidup baru, yaitu keselamatan di dalam Tuhan (Ay. 20).
Di hari Jumat Agung saat ini, kita menghayati peristiwa salib itu melalui Perjamuan Kudus Tuhan. Kita bersyukur kepada Tuhan Allah, karena Tuhan Yesus Kristus rela mengorbankan nyawa-Nya demi menebus dosa dan menyelamatkan kita. Maka dalam penghayatan Jumat Agung ini, marilah kita senantiasa meneladani Tuhan Yesus. Hidup kita bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk melayani Tuhan melalui Jemaat-Nya. Ada kalanya dalam pelayanan kita harus berkorban waktu, tenaga, pikiran, materi bahkan perasaan, namun ingatlah bahwa kita sudah ditebus oleh darah Tuhan Yesus. Pengorbanan yang kita lakukan adalah wujud kasih kita kepada Tuhan dan sesama. Selamat menghayati Jumat Agung. Pengorbanan Yesus menguatkan dan menyemangati kita untuk setia melayani-Nya. Amin. [AR].
“Kesediaan diri rela berkorban menjadi tanda kesiapan diri kita mengikut Tuhan Yesus.”