Teladan Sejati Pancaran Air Hidup 18 Agustus 2022

Bacaan: Ibrani 12 : 3 – 17 ǀ Pujian: KJ. 416 : 1
Nats:Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.” (Ayat 10)

Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mendidik dan menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Setiap perkataan, perilaku, maupun pemikiran yang dilakukan para orang tua senantiasa dilihat oleh anggota keluarga khususnya anak-anak. Merekalah orang pertama yang cepat meniru semua perilaku orang tuanya. Setiap pengajaran yang diberikan, baik dengan cara disiplin maupun sabar dari orang tua memiliki tujuan yang mulia, yakni supaya anak-anak mereka bisa menjadi manusia yang baik, bijaksana, menjadi berkat dan berhasil di masa depannya.

Sebagaimana anak dalam keluarga yang selalu mendapatkan didikan dan meneladani sikap hidup orang tuanya. Penulis kitab Ibrani menggambarkan pengikut Kristus dalam perjalanan iman hendaknya seperti seorang anak yang sedang menerima didikan dan teladan dari orang tuanya, yakni Tuhan Yesus. Melalui Firman Tuhan yang disampaikan, kita diajarkan tentang cara hidup yang baik dan benar dengan melakukan kasih, rela berkorban, taat kepada Tuhan serta tekun berdoa dan semangat melakukan firman-Nya. Sementara apa yang dilakukan Tuhan Yesus menjadi teladan yang harus kita contoh dalam perilaku hidup setiap hari. Ini semua disampaikan agar semua orang yang telah mengenal Kristus dapat memelihara imannya dengan hidup kudus, tahan uji, dan setia.

Didikan Tuhan telah kita terima, kini saatnya kita semangat dan berfokus melakukan apa yang sudah diajarkan-Nya dalam kehidupan kita setiap hari. Mari kita hidup dengan meneladani Tuhan Yesus, sebab teladan-Nya tidak hanya membawa pengertian, menjadikan iman teguh, dan membawa keselamatan bagi diri kita saja. Melalui hidup kita yang meneladani Tuhan Yesus, orang lain yang melihat perbuatan hidup kita juga akan belajar didikan Tuhan serta meneladani dalam kehidupannya. Selamat berjuang. Amin. [Ry].

“Iman teguh, persekutuan utuh”

 

Bagikan Entri Ini: