Bacaan: 2 Petrus 3 : 8 – 13 | Pujian: PKJ. 241
Nats: “Tuhan tidak lambat menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelambatan, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (Ayat 9)
Seorang psikolog yang bernama Walter Mischel pada 1960-an dikenal dengan eksperimennya yang disebut sebagai Marshmallow Test. Dalam eksperimen ini, anak-anak diberikan pilihan untuk makan satu Marshmallow sekarang atau menunggu beberapa waktu sehingga bisa mendapatkan dua Marshmallow. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa anak-anak yang bisa bersabar untuk mendapatkan dua Marshmallow biasanya memiliki pencapaian yang lebih baik dalam kehidupan mereka di masa depan.
Marshmallow test nampaknya sangat sesuai dengan bacaan kita pada hari ini, yang mengingatkan orang-orang percaya untuk tetap sabar dan teguh dalam pengharapan mereka. Dalam bacaan kita, rasul Petrus mengajak jemaat untuk bersabar menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, meskipun tampaknya kedatangan-Nya tertunda. Mereka diingatkan untuk tidak terpengaruh oleh ajaran-ajaran para nabi dan guru palsu yang dapat mengganggu iman mereka. Seperti halnya Marshmallow Test, yang mengajarkan kita untuk bersabar demi memperoleh manfaat yang lebih besar di masa depan, jemaat diajak untuk tetap berpegang teguh pada janji Tuhan, meski harus menunggu, karena waktu Tuhan melampaui akal serta pengetahuan manusia.
Kehidupan kita yang serba cepat di era modern ini sering kali membuat kesabaran kita semakin menipis. Kita tidak terbiasa menunggu atau berhadapan dengan ketidakpastian, dan sering kali kita merasa kesulitan untuk berpegang pada pengharapan yang belum menjadi kenyataan. Bacaan kita hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri untuk segala sesuatu. Oleh karena itu, kita diajak untuk melatih diri menanti dengan sabar. Setiap usaha, harapan, dan doa yang kita lakukan memiliki waktunya masing-masing. Kita diajak untuk tidak mudah putus asa, melainkan terus memelihara pengharapan dalam kesabaran, karena pada akhirnya segala sesuatu akan datang pada waktu yang tepat menurut kehendak-Nya. Amin. [xie].
“Segala sesuatu yang berharga tumbuh perlahan, mengikuti irama waktu Tuhan.”