Bertobat Renungan Harian 16 Maret 2019

Bacaan : Matius 23 : 37 – 39 | Pujian : KJ 446 : 1, 2
Nats : “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi…”[ayat 39a]

Seorang Ibu adalah seorang yang rela mendatangkan surga ke bumi untuk anaknya (Jodi-Picoult). Artinya bahwa Ibu selalu akan melakukan apa saja untuk kebaikan anaknya. Tuhan Yesus mengibaratkan dirinya bagai induk ayam, sedangkan Israel digambarkan sebagai anak-anak ayam.

Kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia, adalah untuk menghadirkan realitas surga ke dalam dunia. Allah hendak menyayangi, melindungi dan menyelamatkan umat-Nya namun Yerusalem menolakNya: “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.” Tuhan Yesus merasakan kekerasan hati Israel yang tidak mau bertobat. Ia gundah, layaknya seorang ibu yang gundah manakala anaknya memilih jalan yang salah.

“Dan Aku berkata kepadamu:Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi..,” hal yang paling berat bagi anak, adalah manakala ia dipisahkan dari ibundanya, dari induk. Kata-kata Tuhan Yesus ini sangat berat bagi Yerusalem, karena artinya ia akan mati, tidak ada lagi perlindungan dan kehidupan. Namun untung ini bukan ultimatum tiada maaf bagi Yerusalem, karena kalimat itu berlanjut dengan kalimat: “..hingga kamu berkata:Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”, artinya sampai mereka terbuka pada kebenaran Allah. Jadi kalimat ini merupakan pewartaan untukpertobatan dan keselamatan Allah yang masih terbuka.

Saat didapati diri ini sudah jauh menyeberang dari Allah, mari segera kembali, masih ada jalan pengampunan dan masih terbuka pintu keselamatan. Bagai induk ayam, Allah merindukan kita tidak jauh dariNya, untuk diarahkan dibimbing pada berkat, kebenaran dan keselamatanNya. [e]

“ Hidup ini singkat, berubahlah jika kamu punya kesempatan, karena suatu saat ketika kamu ingin berubah, kamu tidak punya kesempatan.”

 

Bagikan Entri Ini: