Mahatma Gandhi : Meneladani Pengorbanan-Nya Renungan Harian 16 April 2019

16 April 2019

Bacaan : Yohanes 12 : 20 – 36 | Pujian : KJ 179
Nats : “… tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” [ayat 24b]

16 April 1919, tepat seabad yang lalu, Mohandas Karamchand Gandhi, melakukan sebuah aksi doa dan puasa untuk memprotes tindak kekerasan yang terjadi pada bangsanya, India. Tokoh yang dikenal dunia dengan nama Mahatma Gandhi ini terkenal dengan ajarannya tentang prinsip-prinsip kebenaran, anti kekerasan, dan keberanian. Satu hal tang menarik dari Mahatma Gandhi adalah pengakuannya bahwa dia pangagum Yesus Kristus. Di dinding kamarnya terdapat gambar Tuhan Yesus dengan tulisan, ”Kristus pembawa kedamaian bagi kita.” Bahkan Gandhi kerap mengakui bahwa ajarannya, Satyagraha dan Ahimsa, diilhami oleh “Khotbah di Bukit” dari Tuhan Yesus Kristus.

Gandhi tidak hanya mengajarkan prinsip kebenaran yang dia yakini, tetapi dia juga rela berkorban, melakukan perjuangan demi bangsanya. Hal ini sejalan dengan kisah Kristus dalam nats bacaan hari ini. Tuhan Yesus mulai terkenal karena mujizat-mujizatnya dan banyak orang yang mencari dan ingin mengikutiNya. Namun, Tuhan malah menolak kemuliaan bagi dirinya sendiri dan mengungkapkan gambaran tentang diri-Nya sendiri sebagai biji gandum. Tuhan Yesus tidak terbuai popularitas dan mengingatkan kembali tentang misi yang Dia emban bahwa tak seorang pun akan menikmati tuaian bila ia membiarkan biji gandum yang dimilikinya tetap tersimpan dan tidak ditanam. Jika Dia tidak berkorban di kayu salib, tidak ada penebusan dosa, dan tidak ada keselamatan.

Pengorbanan Gandhi maupun Kristus, sangat erat kaitannya dengan cinta. Cinta dan pengorbanan adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Wujud cinta sejati adalah rela berkorban. Kristus telah menyatakan kasihNya yang sejati adalah dengan pengorbanannya di kayu salib. Sebagai umat yang telah diselamatkan, tentu tidak cukup bagi kita hanya mengucap syukur atas pengorbanan Tuhan, tapi marilah meneladani cinta kasih dan pengorbananNya dalam kehidupan kita, dalam pelayanan kita.[TWP]

“Jika kehidupan orang-orang Kristen dalam teladan Kristus, seluruh dunia akan menjadi Kristen” (Mahatma Gandhi)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak