Hidup ini Adalah Kesempatan Pancaran Air Hidup 14 Juni 2022

Bacaan: Efesus 5 : 15 – 21 ǀ Pujian: KJ. 370
Nats:
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Ayat 15-16).

Salah satu sikap bijak yang wajib dimiliki oleh setiap orang adalah mengatur dan mempergunakan waktu dengan baik. Waktu tak boleh terbuang percuma dan berlalu begitu saja. Bagi sebagian orang, waktu begitu berharga menjadi kesempatan sekaligus peluang. Oleh sebab itu, waktu perlu diisi dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat. Demikian pula dengan hidup. Hidup bukan hanya untuk sekedar berlalu tetapi sebuah kesempatan. Ada sebagian orang yang menjalani hidupnya dengan “tawar”, segala sesuatu ia biarkan berjalan seadanya; hingga tiba-tiba segala sesuatu lenyap tanpa bekas dan tanpa makna. Hari-harinya berlalu begitu saja. Tahu-tahu umur sudah semakin bertambah tua dan akhirnya tinggal rasa sesal berkepanjangan yang menguasai hari-harinya di usia senja. Orang semacam ini hidup, tetapi tidak sungguh-sungguh hidup. Menurut Anthony de Mello seorang Pastor terkenal dari India, orang semacam ini dikatakan seperti orang yang sedang “tidur” dalam hidupnya.

Dalam istilah Paulus, orang yang tidak saksama memperhatikan hidup disebut orang bebal. Ia hanya memancarkan kekelaman dan kesuraman dari hidupnya. Orang yang berkebalikan dengan itu disebut orang arif. Tentu kita tidak suka dijuluki orang bebal. Akan tetapi, menjadi orang yang arif sangatlah tidak mudah. Orang arif itu “cakap mempergunakan waktu, selalu rindu mengerti kehendak Tuhan, dan menjaga diri dari hal-hal yang jahat. Ia penuh Roh, artinya ia berkata-kata penuh makna dan berkat, serta mampu bersyukur dalam segala keadaan. Ia rendah hati karena meneladani Kristus. Orang arif itu mengalami, kemudian memancarkan keilahian Kristus dalam pemikiran, perkataan, dan tindakannya. Oleh karena itu, dalam hidup orang yang arif “terpancar cahaya Kristus”.

Hikmat dari Tuhan menolong kita untuk dapat memahami kehendak Tuhan dan berjalan dalam kehendak-Nya. Orang bijaksana akan berusaha mengerti kehendak Tuhan dan melaksanakannya.  Kehendak Tuhan adalah yang terbaik dan terindah bagi manusia. Kearifan bukan sekedar untuk diketahui, tetapi untuk dilakukankan dalam kehidupan kita di dunia ini. Kita membutuhkan hikmat untuk menjalani hidup di dunia ini, sebab hidup ini adalah kesempatan yang tak berulang. Marilah kita berusaha untuk memperoleh hikmat di dalam Kristus dan jalani kehidupan dengan hikmat-Nya. Amin. [ECW].

“Ketika hidup dijalani dengan arif, maka tak sia-sia kita dihadirkan di dunia ini.”

 

Bagikan Entri Ini: