Semua Karena Cinta Renungan Harian 14 Juni 2018

14 June 2018

Bacaan: Ibrani 2 : 5 – 9   |   Pujian: KJ. 367: 1, 4, 6
Nats:
“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” (ayat 6b)

Seringkali di dalam kehidupan kita, kita menilai orang lain dari sudut pandang kita sendiri. Tanpa mengetahui pergumulan mereka kita menghakimi mereka sebagai orang yang berdosa. Kita merasa bersih dan suci. Kita tidak menyadari bahwa kitapun juga manusia yang berdosa. Tuhan mengatakan tidak ada seorangpun yang benar dan semua orang telah berdosa.

Surat Ibrani ditujukan kepada orang Yahudi Kristen yang mengalami berbagai pergumulan iman karena mengikut Tuhan Yesus. Itulah sebabnya penulis Ibrani ingin meneguhkan iman kepercayaan mereka supaya mempertahankan imannya sampai akhir hidupnya.

Malaikat adalah makhluk rohani yang memiliki tingkatan sedikit lebih tinggi dari manusia, itu yang dipercaya oleh orang Yahudi zaman Tuhan Yesus. Meskipun tingkatnya lebih tinggi dari manusia, penakhlukan Allah atas dunia yang akan datang (keselamatan) yang terjadi dalam Yesus Kristus tidak ditujukan bagi mereka (ayat 5).  Karya keselamatan itu diberikan kepada manusia. Kita begitu berharga di hadapan Allah. Demi kasih-Nya kepada manusia, Allah sumber kehidupan rela menderita melewati kematian. Hal tersebut menjadikan posisinya turun lebih rendah daripada malaikat(ayat 9).

Sebagai orang berdosa yang telah diselamatkan melalui penderitaan Yesus, sebenarnya kita diberi kemampuan untuk memaknai hidup dalam penderitaan dengan hubungan yang dekat, akrab bahkan menyatu dengan Yesus. Kita juga diberi kemampuan untuk menerima sesama sebagai ciptaan yang berharga. Sehingga apapun yang terjadi dalam hidup  kita,  tidak menghadapi  sendiri tetapi selalu bersama-sama dengan Yesus.

Sebagai respon kita terhadap karunia penyelamatan yang Tuhan berikan, yang mengembalikan posisi manusia kepada gambar semula yang memiliki kemuliaan, seharusnyalah hidup kita dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan.

Mari  kita bergandengan tangan untuk mewujudkan cinta kasih Allah ini sehingga iman kita semakin bertumbuh dan semakin banyak orang yang merasakan kehadiran dan cinta kasih Allah dan iman mereka semakin diteguhkan melalui kehadiran kita. (DYRA)

„Cinta-Mu mengurapi hatiku untuk mencintai mereka“

Renungan Harian

Renungan Harian Anak