Monyet Afrika Renungan Harian 13 Maret 2018

Bacaan: 1 Korintus 10:6-13 | Pujian: KJ 436
Nats:
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.” (ay.13)

Di Afrika, ada cara unik untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup dan tidak cedera. Caranya cukup sederhana, hanya tinggal meletakkan toples berleher panjang dan sempit yang berisi kacang dan makanan lain yang beraroma kuat yang disukai monyet-monyet tersebut. Tak butuh perjuangan yang berat, maka sang pemburu monyet tinggal menunggu waktu, monyet-monyet tersebut akan terperangkap dengan tangan mereka yang sudah berada di dalam toples sambil menggenggam kacang-kacang dan makanan yang beraroma nikmat tersebut. Ketika pemburu monyet datang, monyet-monyet tersebut tidak lantas lari, melainkan memilih untuk tetap menggenggam kacang-kacang mereka sekalipun mereka sadar sedang dalam keadaan terancam bahaya.

Cerita ini menyadarkan kita bahwa dunia ini juga penuh dengan segala keindahan dan isinya menyuguhkan hal-hal yang membuat setiap makhluk tergoda. Godaan tersebut tidak jarang yang bermuara pada masalah, bahkan kebinasaan.

Cukuplah kita belajar pada makhluk monyet Afrika tadi, bagaimana kita menyikap setiap hal, kejadian, pilihan yang diperhadapkan dalam kehidupan kita. Bahwa kita harus senantiasa bijak menyikapi situasi dan kejadian yang dihadapkan pada kita.

Untuk itulah nasehat Paulus dalam 1 Korintus 10:13 ini membimbing kita untuk membuat keputusan yang tepat ketika kita diperhadapkan pada situasi yang sulit dan mengharuskan kita untuk membuat pilihan dan keputusan. Pencobaan yang datang adalah pencoban biasa, dan oleh karena itu, kita tentu mampu membuat sikap yang bijak karena Tuhan tidak membiarkan kita.  Mari kita membuka kesadaran kita agar jeli melihat setiap kejadian dan pilihan hidup agar menghindarkan kita dari kejatuhan akibat cobaan-cobaan yang datang. [Ardien]

Lawanlah cobaan dengan ketaatan pada Firman Allah!

 

Bagikan Entri Ini: