Perjumpaan Renungan Harian 12 Juni 2018

12 June 2018

Bacaan : 1 Raja-Raja 18 :17 – 40 I Pujian : KJ. 267
Nats:  “Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya : Engkaukah itu yang mencelakakan Israel ?” (ayat 17)

Perayaan sukacita Idul Fitri tentunya juga memberi arti dalam kehidupan bersama sesama kita. Sesama umat beragama saling mengucapkan salam dan bermaaf-maafan. Antar keluarga saling berkunjung dan berbagi kabar baik meskipun harus diawali dengan perjalanan yang panjang dan melelahkan. Namun semua terbayarkan oleh suasana keramahan dan kegembiraan perjumpaan. Sungguh kehidupan yang indah.

Perjumpaan antara Ahab dan Elia berbeda. Perjumpaan yang ditata oleh Obaja tidak menghasilkan  kesepahaman antara Ahab dan Elia.  Ahab menuduh Elia sebagai penyebab kekeringan di Israel, sedang Elia menuduh Ahab dan keluarganya yang mengabaikan kehadiran Allah lah penyebabnya. Konfrontasi Ahab dan Elia berlanjut hingga lokasi Gunung Karmel,  dimana Elia  berhadapan dengan Ahab dan para nabi Baal.

Bagaimana jika kita ada dalam suasana Ahab dan Elia yang demikian? Tentunya kita berusaha untuk mengubahnya menjadi perjumpaan yang nyaman. Elia berusaha membuktikan kebenaran pandangannya. Ia  melakukan upacara korban bakaran untuk menunjukkan bahwa kekeringan bukanlah sebagai media saling menyalahkan namun justru bisa menjadi sarana pembuktian tentang kuasa Allah atas alam semesta dan kehidupan didalamnya.

Rakyat Israel juga belajar banyak dari perjumpaan antara Elia dan Ahab serta para nabi Baal dalam peristiwa di Gunung Karmel itu. Perjumpaan para orang Israel dengan Elia, yang sekaligus menyaksikan kekuatan Allah menjadi pokok pemikiran kita. Perjumpaan dengan sesama manusia haruslah menyadari kehadiran Allah. Setelah melihat kuasa Allah tentunya semua akan memilih percaya kepada Allah daripada kepada para nabi Baal. Disinilah perjumpaan yang memperkuat iman kepada Allah terjadi.

Dalam suasana Idul Fitri mari turut berperan membangun suasana perjumpaan yang saling membangun iman dan berbagi kabar baik dengan sesama. Berjumpa untuk mencari kebenaran dan kejujuran hidup. Perjumpaan yang tidak pura-pura dan manipulatif. Perjumpaan yang saling mengasihi dan mengajak kepada kepercayaan kepada Allah. (WdK)

 „Bisa Bertemu, Bisa Bersyukur“

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak