Proses Penyerbukan Renungan Harian 12 Januari 2021

Bacaan : Kisah Para Rasul 22 : 2 – 16 | Pujian : KJ. 339
Nats:
Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kau lihat dan yang kau dengar.” (Ay. 15)

Tahukah saudara, bahwa buah yang manis, dulunya hanya berasal dari sebutir serbuk sari? Oleh karena serbuk sari yang halus dan ringan, maka ia mudah tertiup angin. Butir yang tertiup angin itu lalu hinggap di kepala putik. Dari kepala putik, serbuk itu disalurkan oleh tangkai putik ke bakal buah, sehingga terjadilah penyerbukan dan dimulailah proses pembuahan.

Pada hakikatnya, demikian jugalah yang terjadi pada proses pembuahan buah-buah Roh atau karunia-karunia rohani. Allah bagaikan menyerbukkan Roh-Nya kepada kita. Lalu selangkah demi selangkah, Roh-Nya itu kita respon secara tekun, terus kita kembangkan dan buahkan. Sehingga menjadi pembawaan yang ramah, sabar, berani untuk bersaksi, pemaaf, tekun, dll. Penyerbukan dari Allah dan respon manusia memang saling berkaitan. Tanpa respon dan upaya manusia untuk terus mengembangkannya, tentu tidak akan terjadi buah yang dapat dilihat dan dikecap.

Sama seperti halnya kisah yang kita baca pada saat ini. Dimana Allah tengah melakukan proses penyerbukan itu, di dalam diri Saulus. Allah tengah berkarya pada diri Saulus, dalam cahaya yang menyilaukan hingga membuatnya buta dan mendengar suara yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri. Sekalipun Saulus telah banyak melakukan penganiayaan yang hebat terhadap murid-murid Tuhan Yesus, namun pada saat itu ia tidak mengeraskan hati. Saulus mau merespon panggilan Allah. Ia mau berbalik arah dari jalan hidup yang sebelumnya ia tempuh dan memperbaharui kehidupannya dengan tekun mengikuti jalan Kristus.

Berkaca dari kisah ini, maka kita kembali diingatkan bahwa Allah sebenarnya telah, sedang dan akan terus berkarya. Ia menyerbukkan Roh-Nya di dalam kehidupan kita. Ia ingin kita terus berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam-Nya. Hidup yang membuahkan segala yang manis dalam pikiran, perkataan serta perbuatan kita. Oleh karena itu, mari terus merespon karya penyerbukan Allah, dengan berbalik arah/bertobat dihadapan-Nya dan memberi diri untuk bersaksi bagi kemuliaan-Nya. (YAH)

 “Teruslah berakar, bertumbuh dan berbuah bagi Kristus”

 

Bagikan Entri Ini:

  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •