Milikilah Pikiran Seperti Kristus Renungan Harian 12 Januari 2019

12 January 2019

Bacaan : I Korintus 2 : 11 – 16  |  Pujian : KJ : 401 : 1
Nats: Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus. [ayat 16]

“Jika dia ikut jadi panitia, lebih baik aku mundur saja” begitu ungkap Pak Ego ketika Pak Derma diikutkan dalam susunan panitia persiapan HUT Gereja. Pak Ego tidak berkenan jika Pak Derma ikut dalam susunan panitia karena ia berpikir bahwa Pak Derma merupakan saingan yang membuat dirinya tidak  bisa  menjadi  yang  pertama  dalam susunan panitia tersebut. Keegoisan berpikir dari Pak Ego ini menjadikan ia lupa akan tujuan utama pembentukan panitia. Secara sederhana, nampaknya pola pikir merupakan akar dan dasar dari segala perbuatan dan ucapan!

Paulus di dalam suratnya di Jemaat Korintus juga menginginkan perubahan pola pikir dari jemaat tersebut. Pola pikir yang ber-orientasi kepada kepentingan dan kepuasan dunia (kerakusan, keegoisan, kenyamanan pribadi, iri hati) diharapkan oleh Paulus bergeser menuju kepentingan dan kepuasan Allah. Paulus menggambarkan bahwa pola pikir yang mementingkan diri sendiri adalah pola pikir yang masih kanak-kanak yang belum mampu menerima asupan makanan yang keras – (I Kor. 3:2-3)

Berpijak dari hal inilah, maka Paulus mengharapkan ada proses perubahan mental pola pikir untuk mencapai penghayatan akan kepentingan Allah. Akar untuk menuju tujuan itu adalah mengganti secara perlahan pola pikir manusia menjadi seperti pola  pikir seperti  Kristus.  Pikiran Kristus meniadakan segala bentuk arogansi, kepentingan pribadi, keegoisan, iri hati, dan kerakusan. Memiliki pikiran Kristus berarti turut memegang erat rencana, tujuan, dan sudut pandang Kristus dalam misiNya mengenalkan bahasa cinta pada dunia.

Pertanyaannya, Pola pikir seperti apa yang saat ini mengakar dalam kehidupan kita? Pola Pikir Kristus yang penuh bahasa cinta, ataukah pola pikir dunia yang penuh kerakusan? Selamat Berpikir! [gus]

“Tangga menuju langit adalah kepalamu, maka letakkan kakimu di atas kepalamu dan untuk mencapai Tuhan, injak-injaklah pikiran dan kesombongan rasionalmu.(Sujiwo Tejo)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak