Orisinal Renungan Harian 12 Februari 2019

Bacaan : 2 Timotius 3 : 1 – 9 | Pujian : KJ 260
Nats : “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya…..”

Begitu mahalnya sebuah barang yang dikategorikan orisinal, asli. Apalagi dibeli dari tangan pertama pembuatnya. Terlebih lagi bila barang itu telah memiliki merek dagang terkenal. Namun demikian kita bisa memilikinya dengan membeli tiruannya. Bisa dalam kategori KW 2, KW 3 atau tiruan paling sederhana yang sangat mudah rusak. Demi dapat memilikinya, biasanya kita rela membeli walau itu tiruan. Bahkan lebih dari itu, kita sengaja suka yang tiruannya, karena
murah dan yang penting sekedar memiliki, walau tidak asli.

Begitulah gambaran keadaan manusia pada akhir zaman. Manusia lebih mementingkan memenuhi kepemilikan terhadap segala sesuatu sebanyak- banyaknya. Walau semua yang dimiliki hanyalah kepalsuan belaka, namun bangga. Apa saja yang bisa dipalsu ? Tentu kalau mau jujur banyak sekali yang palsu. Baju, sepatu, tas, segala macam perlengkapan rumah tangga. Selain itu apa lagi? Bisa perkataan, perbuatan, sikap. Bahkan ibadah pun bisa jadi palsu. Mengapa demikian ?

Nasehat Rasul Paulus kepada Timotius menegaskan bahwa pada akhir zaman akan muncul perkara-perkara yang sangat menyulitkan kehidupan manusia. Tentu bukan hanya karena padatnya populasi penduduk, tetapi tingginya tingkat persaingan juga menjadi penyebab meningkatnya keberanian manusia untuk memalsu barang milik orang lain. Hal itu yang memacu setiap orang untuk berlaku jahat seperti tertera dalam ayat 2 – 6.

Keadaan dunia yang sangat menghimpit membuat manusia buta dan tuli, bahkan tidak mampu lagi membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Bahkan manusia bisa menolak kebenaran itu sendiri. Mereka sudah menjadi bebal dan sulit untuk diarahkan. Itulah sikap Yanes dan Yambres pada zaman Musa. Sikap yang menyebabkan mereka punah dalam kesalahan.

Bagaimana dengan kita jaman sekarang? Hanya dengan pertolongan Tuhan Yesus, kita mampu melakukan kehendak Tuhan. PertolonganNya memampukan kita membedakan kepalsuan dan kebenaran, serta karena Roh Kuduslah kita lebih suka kebenaran dari pada kepalsuan. [narodho]

“Mendengar dengan diam akan lebih dalam Dibanding mendengar dengan berisik”

 

Bagikan Entri Ini: