Bacaan : 1 Yohanes 2 : 3 – 11 | Pujian : KJ. 370 : 1, 2
Nats: “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (Ayat 6)
Kehidupan orang percaya bisa digambarkan seperti seseorang yang sedang bercermin. Ketika bercermin dia bisa melihat penampilannya sendiri dan ketika ada yang kurang pas dia akan membetulkan penampilannya supaya bagus dan sesuai dengan keinginannya. Begitu juga dengan kehidupan kita sebagai umat milik Tuhan, kita bisa bercermin atau menjadikan Tuhan sebagai teladan yang benar dalam kehidupan kita. Ketika kita melakukan sesuatu tentu dasar kebenaran kita adalah Tuhan Yesus dan Firman-Nya.
Lalu pertanyaannya, bagaimanakah kehidupan umat percaya yang benar itu? Kehidupan umat percaya yang benar adalah kehidupan umat yang berlandaskan kehidupan Kristus yaitu kehidupan kasih yang bersedia mengorbankan diri. Bukti dari sikap meneladani Kristus adalah sikap hidup dan tindakan yang menunjukkan kasih. Kasih ialah mengusahakan hal yang paling baik bagi orang yang dikasihi. Karena hal yang paling baik adalah kehendak Allah, maka kasih adalah melakukan kehendak Allah. Hanya kasih Kristus yang mampu mengubah kebencian menjadi cinta. Sebagai orang Kristen, kita hidup seperti Kristus hidup, yakni mencirikan kasih. Seorang yang hidup dalam Kristus, dia merasakan dan mengalami terlebih dahulu kasih Kristus. Kasih yang telah dirasakan dan dialaminya ini memampukannya untuk mengasihi orang lain seperti keluarga, sahabat, teman, dan siapa saja.
Mengasihi orang dekat, keluarga jauh lebih sulit dibandingkan mengasihi orang lain, karena mereka dapat melihat bagaimana kualitas hidup kita sehari-hari. Oleh karena itu mengasihi tidak dapat dipisahkan dengan menaati perintah-Nya. Setiap orang yang mengasihi Allah, baik bapa-bapa, orang muda dan anak-anak akan melakukan perintah-Nya yaitu kasih. Tetapi seorang yang tidak mengenal, menerima, dan melakukan kasih adalah seorang yang masih hidup dalam kegelapan dan ia tidak tahu ke mana arah hidupnya. Kiranya kita senantiasa bercermin kepada Tuhan agar setiap sikap, tutur kata, pikiran dan perbuatan kita sehari-hari seturut dengan Kristus. (GRA)
“Lakukanlah segala bentuk kebaikan yang tercermin dari Kristus, maka hidupmu akan selalu dipenuhi dengan kebaikan-Nya.”