Spiritulitas Quality! Renungan Harian 12 Agustus 2019

12 August 2019

Bancaan :  Ibrani 11 : 1 – 7    |    Pujian : KJ.  63 : 1,  2
Nats:
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ayat 1)

Saat menulis renungan ini, saya kesulitan mencari satu contoh peristiwa yang mengungkapkan bahwa didunia ini ada bagian yang hanya bisa diterima dengan dasar iman. Kesulitan itu terjadi karena ternyata bahwa setiap hal; peristiwa atau benda di dunia ini, ada bagian hakiki yang hanya bisa dijelaskan berdasarkan iman.

Karena kesulitan itu tadi, saya lalu mengambil makanan ringan; stick tahu, dan saya memakannya.  Ada rasa gurih, asin dan sedikit pahit dalam tekstur renyah yang sedang saya kunyah! Lantas otak saya berpikir: “Mulut saya kok bisa merasakan itu semua, ya? Satu dua tiga stick tahu  saya makan, kok saya merasa kepingn lagi dan lagi ya? Kok bisa, ya? Stick tahu telah mengasah spiritual quality saya.

Bacaan hari ini mengajak kita menggumulkan kembali peristiwa penciptaan alam semesta, kisah Kain dan Habil, Henokh dan Nuh.  Kisah-kisah ini memuat bagian-bagian yang tidak bisa diterima oleh otak (akal) dan secara emosi manusia. Bagaimana Allah menemukan hukum-hukum alam (fisika, matematika, biologi, dll) yang diberlakukan di alam semesta ini? Sampai detik ini banyak sekali hal di alam ini yang masih masuk ketegori misteri, hanya karena otak manusia belum mampu menjelaskan. Tentang Kain; apa yang ada di dalam perasaan Kain saat ia tega membunuh adiknya sendiri, hanya karena soal persembahan.  Nuh yang disebut orang gila saat mempertahankan imannya, dengan membangun bahtera di atas gunung.

Manusia dilengkapi otak yang berhubungan dengan inlelektual untuk berpikir; hati yang berhubungan dengan emosi untuk berolah-rasa dan jiwa untuk menjadi jendela yang menghubungkan manusia dengan yang adi-kodrati. Seseorang disebut berkualitas jika ketiga aspek; IQ, EQ dan SQ berkembang secara seimbang. Hal ini membutikan bahwa spiritualitas adalah bagian yang penting dalam hidup manusia. Pengembangan kualitas spiritual seseorang identik dengan pembangunan iman, yaitu mengasah dimensi kepekaan seseorang terkait Sang adi-kodrati (divine energy). Karena pada hakekatnya banyak misteri di dunia ini, yang hanya dapat dijelaskan, digumuli, dihayati dan akhirnya diterima hanya dengan iman. Agar otak tetap sehat dan emosi tidak terganggu! (wa-one)

“Berhagaialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak