Rasa Manis Yang Menjebak Pancaran Air Hidup 10 November 2025

10 November 2025

Bacaan: Ayub 20 : 1 – 11  |  Pujian: KJ. 39
“… bahwa sorak-sorai orang fasik hanya sebentar, dan sukacita orang durhaka hanya sekejap?” (Ayat 5)

Kasus diabetes anak di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) data pasien diabetes anak dari 2010-2023 meningkat 70%. Pada tahun 2023 ditemukan sekitar 1.645 anak di Indonesia menderita diabetes. Peningkatan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup yang kurang sehat, pola makan yang tidak sesuai, dan kurangnya aktivitas fisik pada anak-anak. Saat ini banyak sekali dijual minuman kemasan, minuman kekinian atau makanan UPF (Ultra Processed Food) yang dari kemasan dan iklannya sangat menggiurkan tetapi memiliki kandungan kalori serta gula yang sangat tinggi. Makanan-makanan tersebut menarik, menyenangkan dengan rasa manisnya tetapi menjebak.

Zofar mengatakan bahwa kemujuran orang fasik tidak akan bertahan, sukacita yang dirasakan orang durhaka hanya akan sekejap saja. Tetapi kadang manusia memilih menjadi orang fasik dengan meninggalkan jalan Tuhan, karena dosa yang dilakukan terasa manis. Dosa menggoda manusia, dosa terasa manis sehingga  manusia jatuh ke dalamnya kemudian enggan untuk melepaskan diri darinya. Tetapi rasa manis itu adalah manis yang menjebak. Hanya akan bertahan sebentar, sesudah itu akan menjadi racun yang mematikan. Hukuman Allah telah menanti bagi manusia yang memilih terbelenggu dosa. Oleh karena itu, manusia diharapkan dapat melepaskan diri dari dosa, hidup merdeka tanpa dosa sehingga dapat merasakan anugerah Allah, bukan manis dosa yang menjebak.

Hari ini kita sebagai rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Peringatan bahwa dengan penuh keberanian, bangsa Indonesia berani melawan untuk melepaskan diri dari penjajah serta hidup dalam kemerdekaan. Hal inilah yang hendaknya kita hidupi sebagai orang percaya. Kita telah menerima kasih karunia yang berharga dari Allah, oleh karena itu, mari kita terus menjaga diri untuk terus hidup di jalan Tuhan. Menjaga diri agar kita tidak terbelenggu dosa yang terasa manis tetapi menjebak kita pada hukuman. Mari kita terus menjaga diri kita untuk berani merdeka dari kuasa dosa, sehingga sorak sorai dan sukacita yang  kita rasakan tidak hanya sejenak tetapi akan menetap selama hidup kita. Amin. [cha].

“Dosa terasa manis tetapi membawa kepada kematian kekal.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak