Bacaan : Lukas 4 : 1 – 13 | Nyanyian : KJ 178
Nats : “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” [ayat 8b]
Di sebuah pulau kecil tinggallah Cinta, Kekayaan , Kegembiraan dan Kesedihan. Suatu ketika datang badai menghempas pulau kecil itu. Air laut tiba – tiba naik dan menenggelamkannya hingga semua penghuni berusaha menyelamatkan diri.
Cinta kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
Saat itu Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu, ia mencoba berteriak minta tolong. Namun Kekayaan menolak dengan alasan banyak harta yang ia bawa sementara perahu itu tidak cukup. Begitu selanjutnya ia melihat Kegembiraan, namun ia terlalu senang sampai tidak mendengar teriakan minta tolong Cinta. Tak lama ia bertemu Kesedihan namun ia juga ditolak karena rupanya ia sedang menginginkan kesendirian dan tidak butuh teman.
Cinta hampir putus asa, sampai kemudian datang sang Waktu yang tidak pernah dikenalnya namun ia bersedia menolong Cinta. Ia membawanya naik perahu dan menyelamatkannya. Lalu apa alasan Waktu menyelamatkan Cinta? Jawabnya, karena ia sangat tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu.
Yesus dicobai di padang gurun dan tetap menunjukkan kesetiaanNya pada Allah. Hal ini lebih dari cukup menjadi bukti jika Ia menaruh rasa Cinta-Nya yang dalam pada manusia. Karena tidak berpusat pada diri sendiri melainkan pada kehendak Allah, maka segala pencobaan itu bisa dikalahkanNya.
Begitulah Cinta sesungguhnya dari Kristus yang berharga bagi semua manusia. Seiring berjalannya sang waktu kita akan menyadari bahwa tidak ada alasan lain mengapa Ia rela berkorban bagi semua manusia. Semua itu karena Cinta!
Lalu mampukah kita juga menyatakan, jika bukan karena Cinta kepada Yesus, akankahkitatetapsetiadidalamkehidupanbersama Dia?[Vie]
“Cinta menimbulkan kepercayaan dan kesetiaan, pada Kristus yang lebih dulu memberikan Cinta sesungguhnya bagi manusia.”