Pohon Buah Tidak Berbuah Pancaran Air Hidup 10 Juli 2025

10 July 2025

Bacaan: Yakobus 2 : 14 – 26  |  Pujian: KJ. 309
Nats: “Engkau lihat bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan-perbuatannya dan karena perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” (Ayat 22)

Anton memandangi pohon rambutan yang ditanam ayahnya sepuluh tahun lalu, tetapi tak kunjung berbuah. Bertanyalah ia, “Dulu ayah berharap pohon rambutan itu akan berbuah lebat, sehingga ketika kami pulang dari rantau, kita bisa menikmatinya bersama. Ayah berharap rambutan itu akan selalu membuat kami rindu pulang. Tapi karena tidak juga berbuah, kenapa ayah tidak menebangnya lalu menggantinya dengan yang baru?” Ayahnya menjawab, “Setiap hari ayah percaya esok pohon itu akan berbuah. Tapi mungkin sudah saatnya ayah berhenti menunggu. Besok kita tebang dan ganti saja dengan tanaman baru.”

Iman yang tidak berbuah layaknya pohon yang bertumbuh, tetapi tidak menghasilkan buah. Iman bukan sekadar ucapan atau perasaan, melainkan menghasilkan tindakan. Yakobus mengkritisi jemaat mula-mula yang menganggap percaya Kristus saja cukup untuk menyelamatkan mereka. Sedangkan pola pikir dan tindakan mereka tidak sejalan dengan teladan kasih dan kemurahan Yesus. Abraham dan Rahab dijadikannya contoh. Mereka tidak sempurna, bahkan Rahab tidak memiliki reputasi yang baik. Tetapi iman mereka mendorong mereka untuk bertindak sesuai kehendak Allah, sehingga mereka dinyatakan benar. Yakobus tidak sedang mempertentangkan ajaran Paulus yang menyatakan bahwa manusia dibenarkan oleh iman. Namun justru menguatkan pernyataan Paulus, bahwa iman sejatinya melahirkan tindakan yang benar. Iman dan perbuatan berjalan beriringan seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Perbuatan yang selaras dengan kehendak Kristus adalah wujud nyata dari iman.

Dalam pekan wanita ini, mari kita menghayati panggilan mulia perempuan untuk merawat keluarganya dalam iman. Perempuan dihadapkan pada banyak situasi yang menjadikan tugas mulia itu tidak mudah dilakukan. Beban hidup, tekanan, pergumulan, bahkan pencobaan senantiasa mengiringi. Kemurnian iman dan proses menghasilkan buah-buah kebenaran semakin teruji dalam situasi demikian. Perempuan dipakai Tuhan untuk menyemai benih-benih iman kepada Kristus dan memeliharanya agar tumbuh dan berbuah baik. Iman tidak hanya diajarkan lewat kata, tetapi mewujud dalam tindakan benar yang nampak sebagai keteladanan. Teladan hidup dan tindakan yang selaras dengan kehendak Tuhan adalah wujud nyata iman yang berbuah. Amin. [wdp].

Iman adalah akar, perbuatan benar adalah buahnya.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak