Bermegah di Dalam Tuhan Renungan Harian 10 Januari 2019

Bacaan : 1 Korintus 1 : 18 – 31  | Pujian: KJ 222B : 5, 6
Nats:
Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”  [ayat  31]

Tanaman “Gelombang cinta” tentu tidak terdengar asing bagi kita. Sekitar tahun 2007, tanaman tersebut sangat disukai. Bahkan harganya melejit. Banyak orang rela mengeluarkan uang hingga ratusan juta demi mendapatkan tanaman tersebut. Mereka sangat bangga jika sudah memilikinya. Namun kebanggaan itu tidak ada lagi saat ini karena tanaman tersebut tidak lagi berharga seperti dulu.

Bacaan kali ini memperlihatkan perjuangan Paulus dalam memberitakan Injil. Injil yang diberitakannya tidak selalu diterima dengan hati yang terbuka. Injil tidak diterima oleh orang-orang Yunani yang gemar berfilsafat, karena mereka mengukurnya hanya dengan logika dan kemampuan berpikir mereka. Berita keselamatan yang dikabarkan Paulus juga diragukan kebenarannya oleh orang Yahudi. Mereka meminta tanda dan bukti. Apalagi Taurat yang mereka pegang tidak mengajarkan demikian. Yang dilakukan oleh mereka itu, bukan hanya menyombongkan kepintaran dan hikmat di hadapan orang percaya. Namun mereka yang menolak Injil sebenarnya sama dengan sedang menolak Allah. Mereka yang sombong dan angkuh itu sebenarnya sedang memegahkan diri di hadapan Allah (ay 29).

Paulus mengingatkan agar akal budi dan kemampuan berpikir digunakan untuk kemuliaan Tuhan dan bukan meragukan kuasa-Nya. Ini mengingatkan kita sebagai orang percaya agar tidak menjadi angkuh dihadapan Tuhan. “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan” (ay 31). Artinya, kelebihan dan kehebatan kita seperti kekuatan dan kepintaran, kekuasaan dan kekayaan, hendaklah dipakai untuk memasyurkan kemuliaan Allah dan bukan sebaliknya, menolak Allah.

Kita bisa jadi bangga terhadap apa yang kita miliki. Bisa bangga terhadap suami, istri, anak, bangga dengan talenta yang kita miliki. Tetapi jangan sampai kelebihan tersebut membuat kita meninggikan diri, merendahkan orang lain, dan menjauhi Tuhan. Kiranya apapun yang kita miliki, dapat kita sadari, semuanya datangnya dari Tuhan dan digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan. [Ita]

“Kemuliaan hanya bagiMu, Tuhan”

 

Bagikan Entri Ini: