“Aku Malu!” Renungan Harian 04 Mei 2019

4 May 2019

Bacaan : Kejadian 18 : 1 – 15 | Pujian : KJ 400 : 1 – 4
Nats : “Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk Tuhan?” [ayat 14a]

Abraham ingin sekali menunjukkan keramahannya kepada tiga orang tamunya, seperti yang diperbuat oleh Lot (Kejadian 19:2). Pada zaman Abraham, reputasi seseorang pada umumnya dihubungkan dengan keramahannya, yakni dengan berbagi tempat singgah dan berbagi makanan. Para orang asing diperlakukan sebagai tamu dengan penghormatan tinggi. Memahami kebutuhan orang lain akan makanan atau tempat untuk singgah merupakan salah satu cara praktis dan spontan, sebagai wujud kepatuhan kepada Allah. Hal semacam itu juga merupakan sebuah kesempatan untuk membangun relasi. Ibrani 13:2 memberi sugesti atau anjuran kepada kita untuk dapat melakukan seperti Abraham, benarbenar menjamu para malaikat. Pola berpikir seperti ini sebaiknya selalu ada di otak kita, di hari-hari ke depan, di saat kita memiliki kesempatan berjumpa dan memahami kebutuhan sesama, orang yang tidak kita kenal sekalipun.

‘Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk Tuhan?’ (14) Jawabannya jelas, yaitu ‘tidak!’. Jadikan sebuah kebiasaan untuk memasukkan kebutuhan kita yang spesifik ke dalam pertanyaan semacam itu, misalnya: ‘Apakah kita telah memaksakan kehendak kita di hadirat Tuhan dalam hidup kita hari ini?’; ‘Apakah kebiasaan memaksakan kehendak kita ini berhasil mempengaruhi-Nya untuk memenuhi kebutuhan kita?’; ‘Apakah cara kita berkomunikasi dengan-Nya terlalu keras?’. Mengajukan pertanyaan semacam ini menyadarkan kita bahwa Allah secara personal terlibat dalam hidup kita dan mendorong kita memohon kekuatan-Nya untuk menolong kita.

Sara berbohong sebab takut terkuak keberadaannya (15). Takut merupakan alasan paling umum untuk berbohong. Kita takut apabila pikiran dan emosi didalam diri kita akan terekspos atau perilaku buruk kita akan terkuak. Tetapi kebohongan menyebabkan komplikasi dan problem yang lebih besar, daripada jika kita mengatakan kebenaran. Jika Allah sudah tidak dapat percaya dengan pikiran dan ketakutan kita, maka kita berada dalam kesulitan yang lebih besar daripada yang kita bayangkan. Bagaimana kita telah memperlakukan sesama kita selama ini? Amin. [Esha]

“Kudaki jalan mulia”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak