Penjaga Sejati

Bacaan : Mazmur 121 | Pujian: KJ 438
Nats: TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.[ayat 5]

Intensitas tindak kejahatan, terutama di kota besar saat ini sudah semakin memprihatinkan. Sistem pengamanan konvensional seolah tak berdaya membendung aksi dari para pelaku kejahatan, sehingga banyak orang melakukan pengamanan tambahan melalui pemasangan kamera CCTV, alarm yang terhubung langsung dengan pihak berwajib, anjing penjaga serta tenaga Satpam. Tidak salah memang, tetapi banyak orang melupakan adanya satu penjaga yang luar biasa, yang tidak hanya menjaga kita dari ancaman-ancaman yang bersifat duniawi, tetapi juga dari ancaman-ancaman spiritual dan rohani.

Pemazmur dalam bacaan kita hari ini menyadari bahwa Tuhan adalah penolong dan penjaga yang paling hebat. Tuhan bukan seperti CCTV yang hanya dapat melihat peristiwa kejahatan tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. Tuhan bukan seperti satpam yang tidak mampu melawan perampok bersenjata dan berjumlah lebih banyak. Tuhan pun bukan seperti alarm yang hanya memberikan peringatan tapi tidak dapat memberikan pertolongan. Tuhan juga bukan seperti tenaga keamanan atau anjing penjaga yang membutuhkan istirahat ketika bertugas jaga. Tuhan menjaga kita setiap saat, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 365 hari setahun. Tuhan menjaga kita non-stop dalam kondisi apapun. Apakah matahari sedang bersinar terik atau malam sedang sangat dingin (ay. 6), Tuhan akan selalu setia menjaga kita.

Bukankah luar biasa penjagaan Tuhan bagi yang percaya kepadaNya? PenjagaanNya merupakan fasilitas yang diberikan kepada orang yang percaya dan berserah kepadaNya. Elia pernah dilindungi Tuhan ketika berhadapan dengan nabi-nabi Baal dengan mengirimkan api dari langit untuk membakar habis korban persembahannya di atas Gunung Karmel (1Raj 18:7). Tuhan mengirim malaikat ketika Daniel dimasukkan ke dalam gua singa untuk mengatupkan mulut singa-singa (Dan 6:23). Kitapun sangat percaya bahwa perlindungan dan penjagaan Tuhan atas anak-anakNya masih berlaku sampai saat ini. Permasalahannya adalah, apakah kita telah menjadikan Tuhan penjaga hidup kita? Marilah kita menyerahkan seluruh hidup kita ke tangan Tuhan yang menjaga kita. [Retno]

Kehidupan orang percaya aman di dalam tangan Tuhan

 

Bagikan Entri Ini: