Panjang Umurnya?

Bacaan : Mazmur 144 : 1 – 15 | Pujian: KJ 291 : 1 – 5
Nats: “Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat” [ayat 4]

Setiap pesta peringatan hari kelahiran atau seseorang berulang-tahun, hampir pasti lagu wajib yang dinyanyikan adalah ‘Panjang umurnya!’ Tentu saja orang yang menyanyikan lagu itu tidak salah, sebab nyanyian tersebut berisi doa dan harapan agar yang berulang-tahun dianugerahi panjang umur.

Dalam berbagai kesempatan, saya sering mendengar orang menutup doanya dengan kalimat: ‘Saya menyerahkan sisa hidup kami ini kepada Tuhan’. Ya, saya membayangkan bahwa orang tersebut menganggap bahwa perjalanan hidup ke depan (selanjutnya) dianggapnya sebagai sisa? Lalu, yang bukan sisa hidup yang mana?

Memang tidak mudah untuk mengukur panjang atau tidak panjang umur manusia. Tidak mudah bagi kita untuk mengatakan bahwa hidup itu panjang atau pendek. Namun, yang saya bisa bayangkan adalah tanggungjawab, risiko, dan konsekwensi dari kedua ungkapan tersebut. Jika hidup itu panjang, kita mau melakukan apa? Sebaliknya, jika hidup itu pendek, kita mau melakukan apa?

Ungkapan bijaksana dilontarkan Daud dalam rasa syukurnya. Daud merasakan betapa Tuhan sangat peduli dan memberi perlindungan utuh kepadanya. Ia mengajarinya untuk dapat melindungi dirinya sendiri, Ia berkenan menjadi tempat perlindungan baginya, dan Ia memberinya kemenangan atas musuh-musuhnya. Hal itu membuat Daud merasa dirinya sedemikian kecil, rendah, dan ia merasa ‘bukan siapa-siapa’ di hadirat-Nya. Daud mengingatkan kita bahwa manusia itu seperti angin dan bahwa hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat (3-4).

Hidup itu singkat. Yakobus mengingatkan bahwa hidup kita ini seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yakobus 4:14). Oleh karena hidup itu pendek atau singkat, maka sebaiknya kita hidup bagi Allah, selagi kita memiliki waktu. Jangan sia-siakan hidup anda dengan memilih sebuah tujuan atau maksud yang tidak memiliki nilai kekal. Hidup bagi Allah, Ia sendiri dapat membuat hidup anda bermanfaat, bermakna, dan penuh arti. Amin. [Esha]

“Allah mengingat kita dalam susah dan derita!”

 

Bagikan Entri Ini: