Mendadak Miskin

Bacaan : Matius 19 : 16 – 22 | Pujian: KJ 372
Nats: ”…. Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku…..”[ayat 21]

Siapa yang mau jadi mendadak miskin? Apalagi jika memang sudah aslinya miskin, susah, menderita, sakit-sakitan, malah tiba-tiba diancam mendadak miskin. Apakah tidak ada tawaran lainnya? Kenapa bukan mendadak kaya saja? Itu lebih menggiurkan.

Hati-hati, orang muda yang kaya susah masuk surga! Maka jika demikian, apakah lebih baik menjadi tua dan miskin, karena pastilah sangat mudah masuk surga?

Tetapi, Matius 19:16-22 bukan sekedar mewartakan tentang kaya dan miskin harta. Jauh lebih bernilai dari itu adalah bagaimana manusia ditantang untuk menjadi miskin dari kesombongan diri. Menjadi miskin egois, miskin kebohongan, miskin keangkuhan, miskin pikiran negatif, miskin meremehkan orang lain, miskin menolak kritik. Baiklah manusia menjadi miskin dari semuanya itu.

Terkadang, usia muda diidentikkan dengan pencarian jati diri, keegoan yang dominan, sehingga mereka menjadi sangat kaya tetapi kaya akan hal-hal yang membuatnya sulit menghargai orang lain, kaya sikap merasa diri paling benar dan paling hebat. Hal inilah yang menjadi simbol bahwa orang muda yang kaya sulit masuk surga. Mereka adalah orang-orang yang keimanannya masih sangat kecil (muda), yaitu memiliki kecenderungan kehidupan beriman yang tidak serupa dengan kehendak Tuhan Allah. Maka baiklah umat manusia mendadak miskin dari karakter diri yang menjauhkan keimanan kita dari kebenaran kehendak Allah.

Mendadak miskin dan menjadi tua, mengajak kita untuk berlatih mengosongkan diri, menekan ke’aku’an dan menggantinya dengan hidup ‘melekat’ pada Tuhan Sang Sumber Kesempurnaan Karakter. Inilah iman yang kaya dan dewasa. Marilah! [Dee]

“Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang paling takut pada perubahan.” (Mignon McLaughlin)

 

Bagikan Entri Ini: