Kecerdasan Interpersonal

Bacaan : 2 Samuel 7 : 23 – 29 | Pujian: KJ 424
Nats: “… Ya Tuhan Allah, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkatMu keluarga hambaMu ini diberkati …” [ayat 29b]

Kita mulai dari kecerdasan INTRApersonal. Kecerdasan INTRApersonal adalah kemampuan seseorang untuk melihat dirinya sendiri, kesadaran akan kemampuan diri secara psikologis, perasaan dan pemikiran. Pelaku utamanya adalah hati nurani. Oleh sebab itulah kecerdasan INTRApersonal erat kaitannya dengan hubungan intim seseorang dengan Tuhannya. Roh Kuduslah yang menjadi daya penggerak yang merasuk ke dalam hati nurani seseorang, sehingga ia sadar diri bahwa kebenaran dari Tuhan itulah yang menjadi ukuran pengendali dalam diri pribadinya. Akhirnya dengan cerdas seseorang mampu melihat dirinya, sadar posisinya, mengoreksi dirinya sendiri dengan kesadaran sendiri. Muncullah semangat altruistik (lawan egoisme) yang menjadikan seseorang mampu melihat orang lain, berbagi dengan orang lain, juga empati kepada orang lain.

Ketika semangat altruistik itu matang, akan mendatangkan kecerdasan INTERpersonal. Buah-buah Roh (bdk. Gal 5:22-24) muncul saat seseorang dengan cerdas berperilaku “menyenangkan” semua pihak yang ada di sekitarnya. Bukan dalam rangka pencitraan diri, namun memang benar-benar pribadi yang secara sadar diri dalam kebebasan untuk memilih sikap “menyenangkan” yang lainya. Menjadi berkat bagi yang lainnya.

Daud seorang Raja, sebagai pribadi yang dipandang sukses menurut Alkitab. Pribadi Daud menjadi inspirasi hampir semua orang beriman, bahkan beberapa agama. Salah satu penyebabnya adalah Raja Daud diakui sebagai pribadi yang memiliki kecerdasan INTERpersonal tingkat tinggi. Hal ini bisa ditelusuri dari bacaan hari ini yang merupakan bagian dari doa pribadinya kepada Tuhan. Doa ini menggambarkan hubungan yang intim antara Daud dan Tuhan. Kecerdasan INTRApersonal tingkat tinggi menghasilkan kecerdasan INTERpersonal tinggkat tinggi pula. (Onewan)

Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih.
(Lao Tse)

 

Bagikan Entri Ini: