Jangan Pernah Walk-Out!

Bacaan : Ibrani 10 : 32 – 39  |  Pujian: KJ 375
Nats: “Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” [ayat 38]

Suasana rapat itu begitu tegang. Berkali-kali pemimpin rapat mengetukkan palu yang dipegangnya dengan keras untuk menenangkan para peserta yang saling beradu pendapat. Setelah beberapa saat berlalu, tiba-tiba ada 5 orang yang menyatakan mengundurkan diri dari rapat. Mereka pun memilih pulang dan tidak meneruskan lagi rapat bersama dengan yang lain. Itulah yang disebut dengan walk-out.

Mungkin, ada banyak juga orang Kristen yang imannya walk-out dari Tuhan. Bermacam-macam sebabnya. Ada yang tidak tahan dengan berbagai penderitaan, pergumulan dan kesengsaraan hidup. Atau malah tidak tahan dengan godaan dan tawaran gemilangnya duniawi atau kesuksesan.

Nah, bagaimana dengan kita? Masihkah di tengah berbagai tantangan, pergumulan, bahkan ancaman kita mau bertahan dengan iman yang tetap menatap dan bersandar kepada Tuhan saja? Masihkah kita tetap bertahan setia kepada Tuhan dengan tidak menjual iman kita demi sebuah kesuksesan duniawi yang bersifat instan?

Melalui bacaan kita hari ini Tuhan berfirman dengan tegas bahwa Dia tidak lagi berkenan kepada mereka yang mengundurkan diri dari hadapanNya. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika Tuhan sudah tidak berkenan lagi kepada kita! Bisa dipastikan, tidak akan ada lagi ketentraman dan kedamaian dalam hidup kita. Mungkin, penderitaan itu tetap mengancam kita. Tetapi dengan iman kepada Tuhan, kita akan tetap mendapatkan kekuatan menghadapinya. Memang, meraup kesuksesan duniawi itu membuat kita nyaman. Tapi apakah gunanya kalau rasa damai dan tenteram tidak menyertai kita?

Maka, jangan pernah mengundurkan diri dari padaNya. Berdirilah teguh senantiasa dalam iman kepada Tuhan. Dia bukan Allah yang tidur ketika kita meratap kepadaNya. Dia memahami segala keterbatasan kita. Marilah tetap setia kepadaNya, sehingga kita berkenan kepadaNya. Amin. [cahyo s]

“Setialah, sebab Ia yang memandu hidupmu, setia.”

 

Bagikan Entri Ini: