Jangan Jatuh Pada Kesombongan Pancaran Air Hidup 22 Juni 2022

Bacaan: Yehezkiel 32 : 1 – 10 | Pujian: KJ. 466A
Nats:
“… Engkau menyamakan dirimu dengan singa muda di antara bangsa-bangsa. Tetapi engkau seperti buaya di laut; sungai-sungaimu kaubuat berbuih, engkau mengeruhkan airnya dengan kaki dan menggelompar dalam lumpur sungainya.” (Ayat 2b).

Setiap manusia memiliki kemungkinan untuk berlaku sombong. Kesombongan itu tampak secara tersembunyi atau tidak sadar ternyatakan melalui perkataan, perbuatan atau memang kesombongan itu ditunjukkan secara terang-terangan. Entah untuk menyombongkan keberadaan keluarga yang dimiliki, relasi, jabatan, harta benda, pencapaian atau bentuk-bentuk bantuan yang ia berikan pada orang lain. Munculnya sikap sombong ini, karena orang tersebut merasa ‘paling’ daripada orang-orang di sekitarnya. Bisa juga kesombongan ditampakkan agar orang tersebut mendapatkan pengakuan dari yang lain. 

Pada zaman Yehezkiel, Mesir adalah salah satu negara adikuasa yang ditakuti dan disegani oleh bangsa lain. Begitu pula dengan Firaun sebagai raja Mesir, ia selalu menunjukkan kehebatannya dengan menaklukkan negara-negara yang ada di sekitarnya. Dengan kemampuan dan kekuasaannya yang hebat itu, ia menyamakan dirinya, seperti seekor singa muda. Hal itu dikarenakan singa merupakan binatang pemangsa yang hebat dan paling berkuasa di hutan. Ia merasa bahwa kekuasaan yang ia dapatkan selama ini adalah hasil kekuatannya sendiri, tanpa ada bantuan dari pihak manapun, apalagi campur tangan Tuhan. Atas dasar itulah Firaun merasa pantas untuk menyombongkan diri. Oleh karena itulah, pada ayat-ayat selanjutnya, Tuhan Allah murka dan menghukum Firaun yang sombong itu.

Jika manusia memiliki kecenderungan untuk menyombongkan diri setiap saat, maka dalam upaya menyatakan tindakan kesaksian dan pelayanan, haruslah kita terus mengingat bahwa semua bisa kita lakukan dan nyatakan, semua semata-mata karena anugerah Allah. Ada pertolongan dan campur tangan Allah yang memampukan diri kita, sehingga kita bisa melakukan segalanya. Kita hanya perantara, sebab sumbernya adalah Tuhan Allah sendiri. Maka tak ada alasan bagi kita untuk berlaku sombong untuk semua itu. Amin. [garlic]

“Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” (2 Kor. 10:17)

 

Bagikan Entri Ini: