Ibu Chen Shu-Chu

Bacaan : 2 Korintus 8 : 8 – 15 | Pujian: KJ 433
Nats: “Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.” [ayat 14]

“Tukang sayur budiman” merupakan julukan untuk seorang ibu dari Taiwan yang bernama Chen Shu-chu. Ia telah menyisihkan pendapatannya untuk membantu Panti Asuhan dan badan amal di Taiwan sejak 20 tahun lalu. Total sumbangannya sekitar 300.000 USD. Karena sifat dermawannya, nama Ibu Chen masuk dalam majalah Forbes sebagai salah satu dari “48 pahlawan dermawan”. Dan Ibu Chen satu-satunya yang berprofesi “rendahan”, dibandingkan dengan 47 orang lainnya yang berstatus artis, CEO, manajer elite, investor, desainer, dll. Ketika ditanya alasan mengapa dia melakukan hal tersebut, dia menjawab “uang baru memiliki arti apabila digunakan untuk membantu orang yang membutuhkan.” Dan ia merasa bahagia ketika ia mampu untuk membantu orang lain.

Hal serupa dinampakkan ketika Rasul Paulus bercerita mengenai Jemaat Makedonia kepada jemaat di Korintus. Sekalipun Jemaat Makedonia bukan jemaat kaya, namun hati mereka untuk senantiasa berbagi justru menjadi contoh nyata bagi jemaat Korintus mengenai arti keseimbangan hidup.

Kita percaya bahwa berkat yang diberikan Tuhan kepada kita sesuai dengan porsinya, tidak akan tertukar ataupun salah terima. Kisah dari Ibu Chen serta Jemaat Makedonia menolong kita untuk merefleksikan bahwa keadaan kita tidak seharusnya menjadikan kita kehilangan jiwa sosial dan kepedulian kita. Mestinya kita akan menjadi sadar bahwa uang yang kita cari dan dapatkan adalah pemberian Tuhan untuk kesejahteraan semua umatNya, bukan hanya untuk diri kita sendiri.

Bagi setiap kita yang sudah dan selalu mengenal kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, tentu keinginan untuk berbagi dan memberikan diri bagi orang lain bukan menjadi panggilan yang berat dan membebani. Melainkan menjadi sarana keseimbangan kasih Tuhan nyata di dalam kehidupan. [Ardien]

“Kekudusan adalah mengambil apapun yang Yesus berikan kepada kita, dan memberikannya kembali kepada Kristus dengan suka cita.” (Bunda Teresa)

 

Bagikan Entri Ini: