Group (MedSos) vs Group “GARDU Community”

Bacaan : Amos 6 : 8 – 14 | Pujian: KJ 409
Nats: “… Tetapi kamu telah memutarbalikkan keadilan menjadi racun yang mematikan, dan yang benar menjadi yang salah.” [ayat 12b]

Di sebuah group di MedSos, tertulis “0851 xxxx xxxx keluar dari group”. Saat membaca tulisan tersebut kita berpikir, “Mengapa?” Jawabnya adalah pemilik nomor itu sudah merasa tidak lagi cocok berada di group itu. Tidak lagi merasa sama dengan anggota group yang lain. Ya… memang kesamaanlah yang menjadi alasan utama seseorang berada dalam satu group. Kesamaan tempat tinggal, asal-muasal, pekerjaan, hobby, bisnis atau soal visi-misi hidup seseorang. Orang merasa tidak nyaman ketika berada dan berbicara dalam group yang berbeda. Sehingga, adalah wajar jika seseorang keluar dari group yang dirasa tidak cocok itu.

Kitab Amos dalam perikop yang kita baca hari ini, menyebut sekelompok orang yang tergabung dalam group yang kesamaannya adalah “telah memutarbalikkan keadilan menjadi racun yang mematikan, dan yang benar menjadi yang salah”. Di jaman Tuhan Yesus group ini disebut “…orang-orang munafik”. Group yang beranggotakan orang-orang yang perbuatannya tidak sinkron dengan kata-katanya, ajarannya, bahkan kebijaksanaan yang diagung-agungkan. Kata sinkron dimaksudkan tidak harus bertolak belakang, namun juga melenceng.

Para pengikut Tuhan Yesus memiliki group yang bernama “GARDU Community” alias komunitas garam dan terang dunia. Simbolnya SALIB, slogannya: “satu Tuhan, satu iman, satu baptisan” (Ef 4:5). Biarpun berbeda gereja, berbeda negara, berbeda teologi, berbeda bahasa, berbeda musiknya, berbeda cara membaptis …. namun satu di dalam Tuhan Yesus adalah fakta yang tidak dapat diputar-balikkan (bdk.ayat 1b).

Mari kita berusaha untuk memutarbalikkan ketidakadilan yang mematikan menjadi keadilan yang menyelamatkan. Mari kita juga menegakkan bahwa yang benar adalah benar, yang salah adalah salah -untuk diperbaiki. Untuk itu dibutuhkan keberanian dan perjuangan. Siap? [Onewan]

“Bekerja dengan orang lain memang sulit, tetapi bukan tidak mungkin.”[Peter Drucker]

 

Bagikan Entri Ini: