Diberkati Untuk Menjadi Berkat

Bacaan : Amsal 19 : 1 – 17  |  Pujian: KJ 433 : 1
Nats: “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” [ayat 17]

Seorang  wanita paruh baya, bertubuh gemuk, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya di pojok jalan Slompretan Surabaya setiap pagi. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut mengerubunginya. Bagi mereka menu dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah. Hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga semurah itu. Lalu apa untungnya? Wanita itu terkekeh menjawab, ”Bisa numpang makan dan buat beli sabun.” Tetapi bukankah ia bisa menaikan harga nasi bungkusnya? Sekali lagi ia terkekeh, “Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka? Begini saja saya juga masih bisa jualan setiap hari.” Ah…, betapa mulianya pelayanan ibu ini. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita sederhana itu.

Salah satu alasan Tuhan memberkati kita adalah supaya kita juga bisa memberkati orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita. Sehingga, melalui hidup kita nama Tuhan dipermuliakan, kasih dan berkatNya bisa dinikmati oleh orang lain juga. Dengan begitu kita bisa menjadi saksi atas kasih Tuhan Yesus kepada banyak orang.

Kasih yang dicurahkan dari sorga seharusnya mampu membawa kita untuk memiliki belas kasih kepada orang lain. Begitu pentingnya hingga dikatakan “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” (ayat 17). Memiutangi Tuhan, itu menggambarkan betapa pentingnya bagi kita untuk membantu dan memberi kepada yang kekurangan, sekaligus menunjukkan betapa besarnya Tuhan menghargai setiap anak-Nya yang memiliki rasa belas kasih dan mau menjalankannya secara nyata. Saat kita membantu orang yang tidak bisa membalas kebaikan kita, Tuhan sendiri yang akan membalaskannya bagi kita. Dan kalau Tuhan yang membalasnya, Dia akan membalasnya berkali lipat.

Sudahkah Anda menjadi saluran berkat bagi orang-orang yang membutuhkan di sekeliling Anda hari ini? [Retno]

“Makin banyak anda memiliki, makin sedikit anda memberi.Makin sedikit anda memiliki, makin banyak anda memberi.” [Bunda Teresa]

 

Bagikan Entri Ini: